PELAKSANAAN UNDANG – UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DI INDONESIA

Posted: April 28, 2012 in Uncategorized

Pelaksanaan undang – undang perlindungan konsumen di Indonesia menurut pendapat saya  masih belum terlaksana dengan baik. Karena masih banyak pelanggaran – pelanggaran yang terjadi di Indonesia yang berkaitan dengan perlindungan Indonesia.

 

Contoh kasus 1:

Praktek penyalahgunaan dana nasabah oleh bank kembali terkuak dengan mulai tersingkapnya permasalahan Bank Century. Sementara masih segar dalam ingatan kita adanya kasus yang serupa terjadi pada nasabah Bank Global.

Dari kedua kasus itu, kita dapat menemukan kejanggalan yang terjadi dalam pengelolaan keuangan bank yaitu terjadi karena permainan reksa dana yang berdampak pada kerugian yang besar bagi bank hingga mencapai CAR yang minus. Lebih jauh nasabahlah yang menanggung derita karena tidak ada kepastian dan tidak ada jaminan uang yang telah ditanamkan sebagai investasi di bank tersebut akan dikembalikan.

 
Terdapat kesamaan modus antara Bank Global dan Bank Century. Berdasarkan informasi Bank Indonesia dan BAPEPAM, ternyata reksa dana yang dipasarkan kepada nasabah/konsumen tidak tercatat di BAPEPAM, alias ilegal.

Penjualan produk reksa dana tidak didukung dokumen yang memadai, seperti prospektus, bukti unit penyertaan reksa dana yang ditandatangani penerbit. Pemasaran reksa dana tidak pernah dipublikasikan.

 

Dampak yang di timbulkan akibat dari kasus tersebut adalah

Pada kasus Bank Global, hak atas informasi tentang arus dana yang tidak jelas dari reksa dana yang dipasarkan Bank Global tidak diberitahukan kepada para nasabahnya. Hal ini disebabkan Bank Global telah mengetahui bahwa reksa dana yang ditawarkan kepada nasabah merupakan reksa dana ilegal.

Dengan demikian, nasabah Bank Global merupakan konsumen yang dirugikan karena hak mereka untuk memperoleh informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan reksa dana tidak dapat dipenuhi oleh Bank Global.

Berdasarkan Ps. 19 Ayat (1) UUPK, Bank Global bertanggung jawab memberikan ganti rugi kepada konsumen berupa pengembalian uang atau penggantian jasa yang sejenis atau setara nilainya. 

Adanya hasil verifikasi yang menyatakan terdapat rekening nasabah Bank Global yang tidak dapat disimpulkan, sehingga tidak dijamin pengembalian simpanannya, bertentangan dengan Ps. 19 UUPK.

Pemerintah perlu membentuk Tim Independen untuk menyelesaikan kasus secara adil, yang keanggotaannya melibatkan BPKN dan berbagai pihak yang berkepentingan.

BI harus meningkatkan kinerja pengawasannya sehingga dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat. Keberpihakan kepada konsumen harus menjadi pertimbangan utama dalam penetapan kebijakan.

Contoh kasus 2 :

Produk yang di jual untuk melangsingkan tubuh. Produk – produk pelangsing tersebut masih banyak di pasaran dan  kita dapat menemukannya dengan mudah. Dari harga yang paling murah hingga yang paling mahal sekalipun banyak di jual di pasaran.  Dan berbagai jenis merk dapat kita temukan. Tapi apakah semua produk pelangsing tersebut dapat menimbulkan efek yang sama tentu saja tidak. Banyak  produk – produk pelangsing dari harga  yang paling murah hingga harga yang paling mahal hanya janji – janji semata tapi kenyataannya tidak sebanding dengan janji – janji  yang di berikan.

Alhasil dari produk pelangsing tersebut bukan mendapat hasil yang maksimal melainkan konsumen cenderung dapat terkena dampak negatif dari reaksi produk pelangsing tersebut contohnya :

  1. dapat merusak fungsi ginjal.
  2. dapat membuat pengguna produk tersebut mengalami buang air besar / kecil secara berlebihan.
  3. Dapat mengakibatkan efek ketergantungan pada produk tersebut

Dari contoh dampak negatif yang dapat di timbulkan dari produk pelangsing tersebut dapat di simpulkan bahwa pihak konsumenlah yang di rugikan.

Mengapa di katakana konsumen yang dirugikan ? karena menurut pendapat saya produk pelangsing tersebut hanya menonjolkan dampak keberhasilan jika konsumen mengkonsumsi produk tersebut secara rutin. Tetapi, produk tersebut tidak menjabarkan resiko / dampak negatif secara pasti dari produk pelangsing tersebut.

 

Dari kedua contoh diatas dapat kita ketahui bahwa konsumen menjadi pihak yang paling dirugikan. Eksistensikonsumen tidak sepenuhnya dihargai karena tujuan utama pelaku kasus – kasus di atas adalah memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dalam jangka pendek. Tanpa mempertimbangkan nasib dari para nasabah / konsumen. Dan dari contoh di atas pula penjabaran tentang UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia menjelaskan bahwa hak konsumen diantaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan atau jasa; hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; dan sebagainya

Tidak sepenuhnya di jalankan dengan baik.

 

Oleh karena itu kita sebagai nasabah / konsumen harus cerdas dalam memilih pilihan secara cermat, tepat, dan akurat dengan prinsip kehati – hatian.

 

Sumber :

  1. http://www.scribd.com/doc/59227143/UNDANG-UNDANG-PERLINDUNGAN-KONSUMEN
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Perlindungan_konsumen
  3. http://www.perlindungankonsumen.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=178:bercermin-dari-kasus-bank-century&catid=63:artikel&Itemid=215

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s