tugas 3

Posted: Oktober 18, 2010 in Uncategorized

Kelompok : Agustina Sapriyani (20210346)
Dian Meiyanti (21210966)
Indri Ramadia (23210541)

Dosen : Septi Mariani Tis’a Ramadani

Kelas : 1EB01
Fakultas : Ekonomi
Jurusan : S1 Akutansi

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat,barokah dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi penilaian mata kuliah Pengatar Bisnis.

Pada akhirnya penulis sadari bahwa dalam penulisan ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik sangat penulis harapkan sebagai perbandingan dimasa yang akan datang. Penulis berharap semoga penulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca pada umumnya.

Depok, 25 Oktober 2010

Penulis

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN
a) Latar Belakang 1
b) Tujuan 1
c) Ruang lingkup penulisan 1
d) Metode Penulisan 1

BAB 2 PEMBAHASAN
a) Pengertian Franchising 2
b) Sejarah Waralaba 3
c) Jenis Waralaba 4
d) Biaya Waralaba 5
e) Waralaba di Indonesia 6
f) Tujuh Tips Menemukan Bisnis Franchising yang menguntungkan 10
g) Memahami Peluang Waralaba di Indonesia 11

BAB 3 PENUTUP
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Latar belakang pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi penilaian mata kuliah Pengantar Bisnis (softskill).
B. Tujuan
Maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan informasi yangberkaitan dengan franchising bagi penulis dan pembaca pada umumnya.
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembuatan makalah ini adalah para Mahasiswa – Mahasiswi perguruan tinggi khususnya Mahasiswa dan Mahasiswi GunaDarma,Para Pelajar dan Masyarakat luas pada umumnya.
D. Metode
Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini berasal dari Internet.

BAB II
Pengertian Waralaba ( franchising)

Franchise sendiri berasal dari bahasa latin yakni francorum rex yang artinya “bebas dari ikatan”, yang mengacu pada kebebasan untuk memiliki hak usaha. Pengertian Franchising (Pewaralabaan) adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang atau jasa . Secara sederhana, benang merah waralaba adalah penjualan paket usaha komprehensif dan siap pakai yang mencakup merek dagang, material dan pengolaan manajemen. Oleh karena itu, pihak-pihak yang terlibat dalam franchising. Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah: Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
(pewaralabaan) terbagi atas 2 segmen yakni :
• Franchisor atau pemberi waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya. Franchisor sudah harus siap dengan perlengkapan operasi bisnis dan kinerja manajemen yang baik, menjamin kelangsungan usaha dan distribusi bahan baku untuk jangka panjang, serta menyediakan kelengkapan usaha sampai ke detail yang terkecil. Franchisor juga sudah harus menyediakan perhitungan keuntungan yang didapat, neraca keuangan yang mencakup BEP (Break Event Point) dan ROI (Return On Investment).
• Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. Franchisee hanya menyediakan tempat usaha dan modal sejumlah tertentu bergantung pada jenis waralaba yang akan dibeli. Namun franchisee juga mempunyai kewajiban non-finansial yang sangat esensial yakni menjaga image produk waralaba. Franchisee mempunyai dua kewajiban finansial yakni membayar franchise fee dan royalti fee. Franchise fee adalah jumlah yang harus dibayar sebagai imbalan atas pemberian hak intelektual pemberi waralaba, yang dibayar untuk satu kali (one time fee) di awal pembelian waralaba. Royalti fee adalah jumlah uang yang dibayarkan secara periodik yang merupakan persentase dari omzet penjualan. Nilai franchisee fee dan royalti fee ini sangat bervariatif, bergantung pada jenis waralaba.
Sejarah Waralaba (franchising)
Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca ColaNamun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry ditahun 1898. Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan dealer. Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA.
Jenis waralaba
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:
• Waralaba luar negeri/asing adalah waralaba yang berasal dari luar negeri, jenis waraaba ini cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi. Contohnya : McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, Bread Talk, Starbucks, Pizza Hut, dll.
• Waralaba dalam negeri adalah waralaba yang berasal dari dalam negeri, jenis wara laba ini juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.contoh wara laba local : Primagama, Alfamart, Martha Tilaar, Roti Buana, Edward Forrer, Bogasari Baking Center dan berbagai nama lainnya.
Tipe-tipe franchising (waralaba)
Dalam praktek pelaksanaannya, dapat dijumpai beberapa tipe franchising, yaitu :
1. Trade Name Franchising
Dalam tipe ini franchisee memperoleh hak untuk memproduksi, sebagai contoh, PT. Great River memiliki hak untuk memproduksi pakaian dalam Triumph dengan lisensi dari jerman.
2. Product distribution franchising
Dalam tipe ini, franchisee memperoleh hak untuk distribusi di wilayah tertentu, misalnya soft drink, cosmetics.
3. Pure Franchising/ Bisiness Format
Dalam tipe ini franchisee memperoleh hak sepenuhnya, mulai dari trademark, penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan teknik, pengendalian kualitas, dan lain-lain. Contohnya adalah restaurant, fash food, pendidikan, dan konsultan.
Keuntungan dan kerugian franchising
Keuntungan memasuki pasar internasional dengan bisnis franchising, adalah :
• pengalaman dan factor sukses
• bantuan keuangan dari franchising
• brand nama dan reputasi
• bisnis sudah terbangun
• terdapat standar mutu
• biaya produksi rendah
• kesiapan manajemen
• bantuan manajeman dan teknik
• frofit lebih tonggi
• perlindungan wilayah
• memperoleh manfaat market research dan product development
• resiko gagal kecil
• franchisor memberikan banyak bantuan, kepada franchisee.
Kerugian-kerugian franchising :
• program latihan franchisor terkadang jauh dari harapan
• franchisor hanya sedikit memberikan kebebasan
Biaya waralaba Biaya waralaba meliputi:
• Ongkos awal, dimulai dari Rp. 10 juta hingga Rp. 1 miliar. Biaya ini meliputi pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba untuk membuat tempat usaha sesuai dengan spesifikasi franchisor dan ongkos penggunaan HAKI.
• Ongkos royalti, dibayarkan pemegang waralaba setiap bulan dari laba operasional. Besarnya ongkos royalti berkisar dari 5-15 persen dari penghasilan kotor. Ongkos royalti yang layak adalah 10 persen. Lebih dari 10 persen biasanya adalah biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran yang perlu dipertanggungjawabkan.
Kontrak manajemen
Salah satu bagi perusahaan untuk melakukan expansi atau perluasan usahanya keluar negeri damat dilakukan dengan cara melakukan kontrak manajemen , dimana kontrak manajemen dapat dilakukan jika suatu perusahaan menyewakan keahlian atau pengetahuannya kepada pemerintah atau perusahaan uar negeri dalam bentuk sumberdaya manusia. Orang atau pekerja tersebut datang kepada pemerintah atau perusahaan dan mengelola kepentingan mereka. Metode ini sering dilakukan bila terdapat pemasangan fasilitas baru, baik nasionalisasi yang dilakukan pemerintah terhadap badan usaha yang dahulunya dimiliki oleh asing atau swasta, atau bagi perusahaan yang sedang berada dalam kesulitan.
Kontrak manajemen sering dijimpai juga dalam oparasi trun key, dimana perusahaan memberikan jasa penangan seluruh fasiitas baru, termasuk desain, konstruksi, dan pengoprasiannya. Masalah yang serng dihadapi dalam operasi ini adalah lamanya waktu kontrak, yang mengakibatkan panjangnya jadwal pembayaran dan menimbulkan resiko yang lebih besar dipasar mata uang, dimana dalam waktu yang panjang tersebut keadaan pasar uang tidak selalu satabil dan lebih cenderung fluktuatif, sehingga resiko keuangan akan semakin besar. Persaingan dalam usaha ini yang semakin lama semakin meningkat dengan semakin menigkatnya kapasitas luar negeri dengan adanya fasilitas baru.
Waralaba di Indonesia
Di Indonesia, sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya. Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang.
Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Selanjutnya ketentuan-ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut:
• Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
• Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
• Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
• Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
• Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum untuk berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang dapat melindungi bisnis waralaba tersebut. Perkembangan waralaba di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba (franchisee) diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui master franchise yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan mempergunakan sistem piramida atau sistem sel, suatu jaringan format bisnis waralaba akan terus berekspansi. Ada beberapa asosiasi waralaba di Indonesia antara lain APWINDO (Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia), WALI (Waralaba & License Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia).
Ada beberapa konsultan waralaba di Indonesia antara lain IFBM, The Bridge, Hans Consulting, FT Consulting, Ben WarG Consulting, JSI dan lain-lain. Ada beberapa pameran Waralaba di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise and Business Concept Expo (Dyandra),Franchise License Expo Indonesia ( Panorama convex), Info Franchise Expo ( Neo dan Majalah Franchise Indonesia).
Tingkat pengembalian
Tingkat pengembalian yang layak dari sebuah waralaba adalah minimum 15 persen dari nilai.
Waralaba di Indonesia Lain-lain
• Di Indonesia waralaba yang berkembang pesat dan masih sangat menguntungkan adalah waralaba di bidang makanan (Wong Solo, Sapo Oriental, CFC, Hip Hop, Red Crispy, Papa Rons dan masih banyak merek lainnya).
• Waralaba berbentuk retail mini outlet (Indomaret, Yomart, AlfaMart) banyak menyebar ke pelosok kampung dan pemukiman padat penduduk.
• Di bidang Telematika atau Information & Communication Technology , juga mulai diminati pada 3 tahun terakhir ini berkembang beberapa bidang waralaba seperti distribusi tinta printer refill/cartridge (Inke, X4Print, Veneta dll) , pendidikan komputer (Widyaloka, Binus) , distribusi peralatan komputer ( Micronics Distribution ) , Warnet / NetCafe (Multiplus, Java NetCafe, Net Ezy) , Kantor Konsultan Solusi JSI , dll.
• Yang juga menguntungkan adalah waralaba di bidang pendidikan (Science Buddies, ITutorNet, Primagama, Sinotif) , terutama taman bermain (SuperKids) dan taman kanak-kanak(FastractKids, Kids2success , Townfor Kids) , Pendidikan Bahasa Inggris (EF/English First, ILP, Direct English), dll.
• Perkembangan merek dan waralaba dalam negeri cukup pesat dan pada pameran pameran franchise di tanah air terlihat banyak merek merek nasional Indonesia bersaing dengan merek global dan regional.

Di Indonesia ada 20 kategori usaha yang sering atau pernah menjadi objek bisnis franchise:
• Bidang usaha makanan:
a. Restoran, contoh: Rumah makan Wapo
b. Makanan siap hidang, contoh: McD. KFC, A&W, Burger King
c. Makanan ringan (es krim, yogurt, baked goods, donat, pastry), contoh: Mama Oven, Hagen daaz, Baskin Robins, J.CO
d. Makanan khusus (speciality foods), contoh: Ayam goreng Solo
• Jasa konsultan dan keperluan bisnis
a. Aneka jasa konsultan (business aids and services)
b. Jasa pencarian dan penempatan tenaga kerja (employment services)
c. Periklanan dan direct mail
• Jasa pemeliharaan, perbaikan dan kebersihan
a. Pemeliharaan dan perbaikan gedung dan rumah (maintenance, cleanding and sanitation)
b. Jasa kebersihan gedung dan rumah (janitorial, maid and personal services)
c. Jasa pertamanan (lawn garden, agricultural supplies and services)
• Jasa pialang pembelian rumah dan penyewaan property, contoh: Ray White, Century 21
• Jasa penjualan, pemeliharaan dan reparasi kendaraan bermotor.

• Toko pengecer keperluan pribadi dan rumah tangga:
a. Toko pengecer barang khusus (speciality retail stores)
b. Toko keperluan sehari-hari (convenience store)
c. Toko pakaian dan sepatu.
• Hotel dan tempat penginapan
• Kontraktor perumahan dan tempat komercial
• Percetakan dan fotocopy
• Penjualan dan pemeliharaan perabot rumah tangga seperti home furnishing, retail and repair services)
• Penyewaan mobil dan truck
• Rekreasi
a. Exercise, sports, entertainment and services
b. Penyewaan video, audio products and services
• Penjualan computer dan electronic
• Jasa dan produk pemeliharaan kesehatan
• Biro perjalanan
• Produk dan jasa pendidikan (health aids products and services)
• Jasa pengepakan dan pengiriman (package preparation/ shipment/ mail services)
• Salon rambut dan kecantikan,
• Binatu (laundry and dry cleaning)
• Jasa untuk anak (children services)

7 Tips Menemukan Bisnis Franchise yang Menguntungkan
Sebagai investor, Anda memilih usaha franchise tentu saja dengan harapan dapat memperoleh keuntungan lebih cepat dibandingkan melakukan bisnis baru. Nah, untuk menemukan franchise sesuai harapan anda tersebut, berikut tips-tips yang bisa dipertimbangkan:
Pertama, realistis menetapkan anggaran untuk investasi waralaba. Ini termasuk biaya franchise, pajak, lisensi, gaji dan tunjangan karyawan, setidaknya untuk satu tahun. Gunakan data dari asosiasi franchise untuk menemukan franchisor yang layak investasi.
Kedua, mencari peluang bisnis yang sesuai dengan tujuan pribadi, keuangan, keterampilan, dan pengalaman anda. Jika Anda memilih franchise yang tidak cocok, Anda mungkin kehilangan gairah di tengah dan pada akhirnya kehilangan uang.
Ketiga, pahami secara utuh pengertian franchise dan aspek hukum franchising. Pelajari setiap aspek yang terdapat di dalam tawaran investasi fanchise.
Keempat, carilah penilaian independen (review) terhadap peluang franchise yang ditawarkan. Dapatkan sebanyak mungkin informasi mengenai sejarah franchisor, jumlah franchisees, dukungan yang diberikan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis franchise.
Kelima, lakukan riset pemasaran untuk menentukan apakah bisnis yang anda ingin terjuni memiliki persaingan ketat atau tidak.
Keenam, berbicaralah dengan pemilik franchise tentang pengalaman mereka dengan franchisor yang sama. Mengetahui bila franchise offerer program memenuhi harapan mereka.

Ketujuh, bandingkan potensi peluang bisnis waralaba, menggunakan spreadsheet untuk melacak informasi pendapatan dan belanja. Begitu juga anda perlu membicarakan dokumen dan syarat-syarat dalam kontrak franchise dengan ahli hukum. Ingat, membeli franchise menciptakan kewajiban hukum, bahkan jika usaha gagal.

Memahami Peluang Waralaba di Indonesia

Anda sedang mencari peluang waralaba? Dalam daftar waralaba biasanya waralaba alfamart dan waralaba makanan termasuk banyak diminati. Selain perlu memahami pengertian waralaba, sebaiknya anda juga perlu mencermati perjanjian waralaba sebaik mungkin. Berikut dikutipkan satu artikel resensi buku tentang menjadi kaya lewat waralaba yang ditulis Amir Karamoy.
Jika Anda seorang pendatang baru dalam industri yang sudah mapan, Anda harus memiliki keunikan atau kelebihan yang diminati oleh pasar. Tanpa itu, perjuangan Anda menembus pasar akan sangat berat. Soalnya, masyarakat cenderung memilih suatu produk barang atau jasa berdasarkan brand yang telah dikenal reputasi dan citranya demi jaminan kualitas yang ditawarkan.
Penelitian juga menyebutkan kebanyakan perusahaan baru mengalami kegagalan pada tahun-tahun pertama. Tapi, jangan pesimistis dulu. Model bisnis waralaba atau franchise bisa menjadi pilihan solusi bagi para wirausaha yang ingin terjun ke pasar namun belum memiliki brand yang layak bersaing di pasaran.
Sistem waralaba dapat menghindarkan dari risiko kegagalan ketika memulai bisnis baru. Karena terwaralaba atau pihak yang menggunakan atau memanfaatkan merk yang sudah dikenal, tinggal menjalankan konsep bisnis yang mapan yang telah dirumuskan oleh pihak pewaralaba (pemilik brand). Selain itu, sebagai tanggung jawab terhadap reputasi perusahaan, pihak pewaralaba wajib memberikan dukungan penuh diantaranya dalam hal manajemen, teknis, operasional dan standardisasi atau kontrol kualitas (seperti pasokan bahan baku, peralatan, training), pemilihan lokasi, periklanan, pemasaran bahkan promosi.
Akan tetapi, perlu dicamkan pula waralaba bukanlah jaminan sukses, melainkan hanyalah seperangkat peralatan untuk sukses. Juga, tidak semua pewaralaba cocok dijadikan mitra yang akan mendukung kemajuan terwaralaba. Begitu juga sebaliknya, tidak semua terwaralaba mampu menjalankan bisnis waralaba sesuai yang diharapkan pemilik brand. Dalam buku ini, penulis mencantumkan aspek-aspek yang harus dicermati dalam memilih calon pewaralaba maupun terwaralaba.
Anda mungkin akan bertanya apa keuntungan pemilik brand menjalankan bisnis dengan model waralaba, dimana chance pembajakan sangat tinggi. Sebagai konsultan waralaba nasional dan sering bekerjasama dengan konsultan internasional, penulis melihat hal ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena rahasia usaha (dagang) dilindungi oleh hukum. Misalnya pun suatu resep dibajak dalam industri makanan, maka ia tidak akan mampu bersaing dengan merk asli yang telah dikenal konsumen.
Ketika suatu perusahaan pemilik brand terkenal dihadapkan pada keharusan untuk ekspansi pasar, model bisnis waralaba bisa jadi merupakan pilihan tepat. Selain tidak perlu mengubah struktur manajemen perusahaan, sistem waralaba akan menghemat biaya ekspansi dibandingkan membuka cabang sendiri yang membutuhkan investasi besar. Dengan waralaba yang dilakukan secara serentak ke berbagai daerah, pewaralaba (pemilik brand) dapat menembus pasar dan menyerap serta melipatgandakan pasar secara cepat, dengan mengalihkan risiko bisnis kepada pihak terwaralaba.
Selain itu, dengan memberi kesempatan pada pihak terwaralaba yang telah mengenal baik lingkungan bisnisnya, ide-ide inovatif yang sesuai dengan pasar lokal akan muncul (misalnya penambahan menu nasi di McDonald Indonesia yang disesuaikan dengan pola makan penduduk setempat). Dan yang pasti, bisnis waralaba akan menjadi sumber pendapatan rutin bagi pemilik brand yang didapat dari fee dan royalti.
Sedangkan keuntungan yang didapat oleh pihak terwaralaba adalah hematnya biaya persiapan dan awal usaha karena konsep bisnis yang mapan telah dirumuskan oleh pihak pewaralaba. Biaya promosi yang harus dikeluarkan juga sangat minim karena konsumen telah mengenal brand tersebut sehingga tidak perlu bersusah-payah menaikkan citra produk atau jasa yang ditawarkan. Bayangkan dan bandingkan berapa biaya promosi dan marketing yang perlu Anda keluarkan jika harus mempromosikan brand baru dari nol.Dalam buku ini penulis menyebutkan bahwa waralaba merupakan sistem usaha yang Islami dan berbasis syariah dengan prinsipnya yang luhur, dimana pihak terwaralaba sebagai mitra bisnis ikut mencicipi keuntungan dan kesuksesan si pemilik brand (pewaralaba). Idealnya, perusahaan pewaralaba menjadi besar dengan membagi keuntungan kepada pihak lain, atau dengan kata lain perusahaan menjadi besar dengan cara membesarkan pihak lain.
Terlepas dari gaya tulisan yang kurang sistematis — karena buku ini ditulis sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan seputar waralaba sehingga banyak hal yang diulang-ulang– seluk beluk sistem waralaba berhasil dibeberkan secara menyeluruh, termasuk aspek pembayaran, hukum, dan isu-isu kontemporer.
Nilai tambah lain buku ini adalah tersedianya direktori franchise & business opportunities di Indonesia. Alhasil, bagi pembaca yang ingin mencoba berbisnis secara waralaba akan sangat terbantu untuk memilih dan mengontak pewaralaba yang diinginkan.

MARI BERGABUNG BERSAMA AYAM & BEBEK KREMES KRIUUUK

Saat ini banyak usaha makanan yang didirikan sekedar mengeruk keuntungan dari yang disebut ”waralaba”. Beberapa malah belum lama berdiri atau sengaja didirikan untuk di waralabakan, sehingga respon jangka panjang terhadap produknya belum teruji. Kami mengajak anda bergabung bersama kami lewat sistem KEMITRAAN.

Sejak berdiri tahun 2003, Rumah Makan Ayam Kremes kami telah diliput oleh banyak media, antara lain Wisata Kuliner, Jelang Siang TransTV, DetikFood, Info Kuliner, dll. Saat ini kami memiliki 18 Outlet Restoran. Kami juga menambah menu baru, yaitu bebek kremes.

Deskripsi Usaha
Ayam kremes adalah ayam goreng yang dimakan bersama bumbu kremesan yang ditaburkan di atasnya. ayam goreng ini populer dari Kalasan Jawa Tengah. Berbeda dengan masakan jawa lainnya, ayam kremes rasanya cenderung gurih, bukan manis, sehingga lebih bisa diterima lidah pada umumnya.

Keuntungan bermitra dengan Ayam & Bebek Kremes Kriuuuk
• Berdiri sejak 2003,sehingga produk telah teruji & terbukti digemari
• Usaha jenis makanan sehari-hari, bukan makanan yang hanya trend sesaat
• 100% laba milik Pribadi Mitra
• Tanpa Franchise fee
• Tanpa Royalty fee
• Investasi relatif murah
• Pengelolaan mudah dengan dukungan penuh dari kami
• Pengembalian modal relatif cepat
• Pilihan untuk outdoor & indoor

Prosedur bermitra dengan Ayam & Bebek Kremes Kriuuuk
• Presentasi usaha Ayam & Bebek Kremes Kriuuuk
• Mengisi formulir (bisa di download disini)
• Membayar DP 25% untuk protect lokasi
• Penanda tanganan kesepakatan Kerja sama,lead time delivery 2 minggu
• Melunasi pembayaran investasi 2 hari sebelum pengiriman barang
• Training
• Grand opening

Paket Investasi & Analisa Bisnis Ayam & Bebek Kremes Kriuuuk
Biaya investasi kemitraan Ayam & Bebek Kremes Kriuuuk terbagi berdasarkan wilayah: Kemitraan JABOTABEK, Kemitraan Jawa & Lampung, dan Kemitraan Luar Jawa.

Kemitraan JABOTABEK

PAKET INVESTASI AYAM DAN BEBEK KREMES KRIUUU…K
JOIN FEE KEMITRAAN AYAM & BEBEK KREMES 20Jt 30jt
PROPERTY
Freezer Box 230 Lt 1 1
Reception Desk 1 1
Island Booth / serving desk X 1
Cash Register X 1
Kompor die cast, wajan, gas set (12kg) 1 2
Peralatan makan 30 50
Seragam Crew 6 10
Box ayam 200 200
Paper bag 200 200
Ayam Kampung (ekor) 15 15
Ayam negeri (ekor) 30 30
Bebek kremes (ekor) 10 10
Bebek cabe ijo 3 3
Bebek lada hitam 3 3
Bebek babak belur 3 3
MARKETING SUPPORT
Brosur 300 500
Sign board Ayam & Bebek Kremes 1 1
Standing banner Ayam & Bebek Kremes 1 2
Spanduk Promo pembukaan 1 1
Umbul-umbul 3 3
TRAINING
Pelatihan & pendampingan usaha Y Y
Training beverage (minuman) & Nasi X Y
Training Management & service Y Y
Konsultasi set up & Interior Y Y

ANALISA KEUNTUNGAN TYPE 20JT
INVESTASI AWAL 20,000,000
PEMASUKAN
Omset rata-rata dine in/bulan,asumsi 40orang/hari @ Rp.20.000 24,000,000
Total Pemasukan 24,000,000
PENGELUARAN
Belanja bahan baku (45%) 10,800,000
Gaji pegawai 4 orang 3,000,000
Total pengeluaran 13,800,000
Asumsi sewa tempat dan depresiasi alat & furniture 3,000,000
NETT PROFIT 7,200,000
RETURN ON INVESTMENT (bulan) 2.78
ANALISA KEUNTUNGAN TYPE 30JT
INVESTASI AWAL 30,000,000
PEMASUKAN
Omset rata-rata dine in/bulan,asumsi 40orang/hari @ Rp.20.000 24,000,000
Total Pemasukan per bulan 24,000,000
PENGELUARAN
Belanja bahan baku (45%) 10,800,000
Gaji pegawai 4 orang 3,000,000
Total pengeluaran 13,800,000
Asumsi sewa tempat dan depresiasi alat & furniture 3,000,000
NETT PROFIT 7,200,000
RETURN ON INVESTMENT (bulan) 4.17

Kemitraan Jawa & Lampung

JOIN FEE KEMITRAAN AYAM & BEBEK KREMES (harga di luar ongkos kirim) 32jt*
PROPERTY
Freezer Box 200 Lt 1
Reception Desk 1
Cash Register 1
Kompor die cast ungkep & goreng, gas 12kg,kuali dll 2 set
Peralatan makan 50
Seragam Crew 10
Box nasi / catering ayam kremes 300
Paper bag ayam kremes 300
Ayam kremes kampung (ekor) 20
Ayam kremes Broiler (ekor) 30
Bebek kremes (ekor) 10
Bebek cabe ijo (pack) 10
Bebek Babak belur (pack) 10
Bebek lada hitam (pack) 10
MARKETING SUPPORT
Brosur 1,000
Sign board Ayam & Bebek Kremes 1
Standing banner Ayam & Bebek Kremes 2
Spanduk Promo pembukaan 2
Umbul-umbul 3
Foto menu dinding/td> 3
TRAINING
Pelatihan & pendampingan usaha ± 5 hari Y
Training masak & ungkep Ayam & Bebek Y
Training masak menu penyet & bakar Y
Training masak menu lada hitam& cabe ijo Y
Training Management & service Y
Konsultasi set up & Interior Y
*DI LUAR ONGKOS KIRIM

ANALISA KEUNTUNGAN TYPE 30JT
INVESTASI AWAL (ditambah biaya akomodasi training Rp.2jt) 32,000,000
PEMASUKAN
Omset rata-rata dine in/bulan,asumsi 60 orang/hari @ Rp.15.000 27,000,000
Total Pemasukan per bulan 27,000,000
PENGELUARAN
Belanja bahan baku (45%) 12,150,000
Gaji pegawai 4 orang 4,000,000
Total pengeluaran 16,150,000
Asumsi sewa tempat dan depresiasi alat & furniture 3,000,000
NETT PROFIT 7,850,000
RETURN ON INVESTMENT (bulan) 4.08

BENEFIT KEMITRAAN
BENEFIT:
Property kitchen: Seperti tertera dalam proposal
Training ungkep dengan jenis masakan Ayam & Bebek
Training memasak tambahan menu cabe ijo & lada hitam
Training tambahan menu penyet & bakar
Panduan menentukan suplier ayam dan bebek
BIAYA TRAINING 2JT

Kemitraan Luar Jawa

JOIN FEE KEMITRAAN AYAM & BEBEK KREMES (harga di luar ongkos kirim) 30jt
PROPERTY
Freezer Box 200 Lt 1
Reception Desk 1
Kompor die cast ungkep & goreng, gas 12kg,kuali dll 2 set
Peralatan makan 50
Seragam Crew 10
Box nasi / catering ayam kremes 300
Paper bag ayam kremes 300
Ayam kremes kampung (ekor) 20
yam kremes Broiler (ekor) 30
Bebek kremes (ekor) 10
Bebek cabe ijo (pack) 10
Bebek Babak belur (pack) 10
Bebek lada hitam (pack) 10
MARKETING SUPPORT
Brosur 1,000
Sign board Ayam & Bebek Kremes 1
Standing banner Ayam & Bebek Kremes 2
Spanduk Promo pembukaan 2
Umbul-umbul 3
Foto menu acrylic cover 3
TRAINING
Pelatihan & pendampingan usaha ± 5 hari Y
Training masak & ungkep Ayam & Bebek Y
Training masak menu penyet & bakar Y
Training masak menu babak belur, lada hitam& cabe ijo Y
Training Management & service Y
Konsultasi set up & Interior Y

ANALISA KEUNTUNGAN
INVESTASI AWAL (ditambah biaya akomodasi training Rp.5jt) 35,000,000
PEMASUKAN
Omset rata-rata dine in/bulan,asumsi 60 orang/hari @ Rp.20.000 36,000,000
Total Pemasukan per bulan 36,000,000
PENGELUARAN
Belanja bahan baku (45%) 16,200,000
Gaji pegawai 4 orang 4,000,000
Total pengeluaran 20,200,000
Asumsi sewa tempat dan depresiasi alat & furniture 3,000,000
NETT PROFIT 12,800,000
RETURN ON INVESTMENT (bulan) 2.73

BENEFIT KEMITRAAN
BENEFIT:
Property kitchen: Seperti tertera dalam proposal
Training ungkep dengan jenis masakan Ayam & Bebek
Training memasak tambahan menu cabe ijo & lada hitam
Training tambahan menu penyet & bakar
Panduan menentukan suplier ayam dan bebek
SURVEY DAN TRAINING 5JT

Outlet Ayam & Bebek Kremes Kriuuuk

Ayam Kremes Siap Saji

Ayam Kremes Siap Saji (Ayam Kremes Frozen Food) adalah Ayam matang yang kami kemas dalam kemasan kedap udara (vacuum), lengkap dengan kremes dan sambalnya untuk kemudian disimpan dalam freezer/chiller. Sekalipun tahan disimpan sampai 3 bulan lebih dalam freezer, namun ayam kremes kemasan ini tidak disarankan untuk berada dalam suhu ruang selama lebih dari 12 jam untuk menjaga kelezatan dan kesegarannya.
Untuk anda yang sibuk, Ayam Kremes Siap Saji juga cocok untuk persediaan di rumah. Hanya perlu 5 menit untuk menggoreng ayam dan produk langsung bisa dinikmati, karena produk kami sudah dilengkapi dengan sambal dan kremesannya. Harganyapun terjangkau, dengan ukuran ayam yang cukup untuk dimakan bersama seluruh keluarga. Hidangan yang Bergizi, Praktis, Lezat dan Terjangkau. Saat ini tersedia varian Ayam negeri (Broiler) dan Ayam Kampung. Segera menyusul Ayam Organic.

Saat ini kami membuka kesempatan bagi anda pemilik toko kue/roti, minimarket, pemilik Catering atau ibu rumah tangga yang ingin menjalankan usaha dari rumah, untuk menjual menu Ayam Kremes Siap Saji produksi kami ini. Investasi Rp. 5juta, tanpa Royalty fee.

Paket Reseller (Khusus Jabotabek – Jabar)
Tanpa Royalty & Franchise fee
INITIAL FEE BENEFIT
1 Buah Freezer box
5.000.000 40 box Ayam Kremes (ayam negeri)
1 buah Spanduk uk 2m x 1m
100 lembar Flyer / brosur
Repeat order @Rp.25.000 minimal 50 box
Harga jual yang disarankan Rp. 33.000 / box (cukup untuk porsi 4-5 orang)
* Bebas biaya transport untuk wilayah Jabotabek
* Harga diluar ongkos kirim
* Harga di luar Pajak

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Franchise adalah hubungan kemitraan antara usahawan yang usahanya kuat dan sukses (mempunyai merek dagang ternama) dengan usahawan yang relative baru atau lemah dalam usaha tersebut dengan tujuan memperluas usahanya dan saling menguntungkan, khususnya dalam bidang usaha penyediaan produk dan jasa langsung kepada konsumen.
Franchise bentuk perjanjian yang berada di luar KUH Perdata dan dalam bisnis yang berkembang mengikuti kemajuan masyarakat.
Franchise sangat membantu para pelaku usaha yang baru memulai ataupun baru terjun ke dalam bidang usaha tersebut karena didalamnya sudah terdapat sistem dan para Franchisee tinggal menjalankan usaha tersebut sesuai dengan sistem sehingga dapat memperolah keuntungan. Franchisee tidak perlu khawatir karena sistem yang dipergunakan sudah teruji sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

WWW.GOOGLE.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s