1. Sejauh mana adopsi IFRS telah diterapkan di Indonesia ?
  2. Bagaimana sifat adopsi yang telah dilakukan, apakah adopsi seluruh atau sebagian (harmonisasi) ?
  3. Dan apakah manfaatnya bagi perusahaan yang mengadopsi khususnya dan bagi perekonomian Indonesia ?
  4. Buatlah daftar perusahaan – perusahaan yang telah  menerapkan IFRS di Indonesia !
  5. Sajikan profil perusahaan – perusahaan  yang telah menerapkan IFRS di Indonesia !

 

Jawab :

  1. Baskerville (2010) dalam Utami, et al. (2012)  mengungkapkan bahwa konvergensi dapat berarti harmonisasi atau standardisasi, namun harmonisasi dalam konteks akuntansi dipandang sebagai suatu proses meningkatkan kesesuaian praktik akuntansi dengan menetapkan batas tingkat keberagaman. Jika dikaitkan dengan IFRS maka konvergensi dapat diartikan sebagai proses menyesuaikan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terhadap IFRS.

Lembaga profesi akuntansi IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menetapkan bahwa Indonesia melakukan adopsi penuh IFRS pada 1 Januari 2012. Penerapan ini bertujuan agar daya informasi laporan keuangan dapat terus meningkat sehingga laporan keuangan dapat semakin mudah dipahami dan dapat dengan mudah digunakan baik bagi penyusun, auditor, maupun pembaca atau pengguna lain.

Dalam melakukan konvergensi IFRS, terdapat dua macam strategi adopsi, yaitu big bang strategy dan gradual strategyBig bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan-tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara -negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara – negara berkembang seperti Indonesia.

Terdapat 3 tahapan dalam melakukan konvergensi IFRS di Indonesia, yaitu:

  1. Tahap Adopsi (2008 – 2011), meliputi aktivitas dimana seluruh IFRS diadopsi ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, dan evaluasi terhadap PSAK yang berlaku.
  2. Tahap Persiapan Akhir (2011), dalam tahap ini dilakukan penyelesaian terhadap persiapan infrastruktur yang diperlukan. Selanjutnya, dilakukan penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS.
  3. Tahap Implementasi (2012), berhubungan dengan aktivitas penerapan PSAK IFRS secara bertahap. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap dampak penerapan PSAK secara komprehensif.

 

Mengapa IFRS?

Indonesia merupakan bagian dari IFAC (International Federation of Accountant) yang harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation), salah satunya adalah dengan menggunakan IFRS sebagai accounting standard. Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 forum.

Hasil dari pertemuan pemimpin negara G20 forum di Washington DC, 15 November 2008, prinsip-prinsip G20 yang dicanangkan adalah:

  1. Strengthening Transparency and Accountability
  2. Enhancing Sound Regulation
  3. Promoting Integrity in Financial Markets
  4. Reinforcing International Cooperation
  5. Reforming International Financial Institutions

 

  1. Saat ini, adopsi yang dilakukan oleh PSAK Indonesia sifatnya adalah harmonisasi, belum mengadopsi seluruhnya, namun Indonesia merencanakan akan mengadopsi seluruhnya pada tahun 2012. Adopsi ini wajib diterapkan terutama bagi perusahaan public yang bersifat multinasional, untuk perusahaan non public yang bersifat local tidak wajib diterapkan.

 

  1. Berbagai dampak dapat terjadi dengan adanya penerapan IFRS ini, sehinggaIFRS juga menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap dunia bisnis perusahaan . Berikut ini adalah berbagai dampak dalam penerapan IFRS :
  • Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global.
  • Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
  • Kinerja keuangan (laporan laba rugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harga fluktuatif.
  • Smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunakan balance sheet approach dan fair value
  • Principle-based standards mungkin menyebabkan keterbandingan laporan keuangan sedikit menurun yakni bila penggunaan professional judgment ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur laba (earning management).
  • Penggunaan off balance sheet semakin terbatas.

Fleksibilitas dalam standar IFRS yang bersifat principles-based akan berdampak pada tipe dan jumlah skill professional yang seharusnya dimiliki oleh akuntan dan auditor. Pengadopsian IFRS mensyaratkan akuntan maupun auditor untuk memiliki pemahaman mengenai kerangka konseptual informasi keuangan agar dapat mengaplikasikan secara tepat dalam pembuatan keputusan. Pengadopsian IFRS mensyaratkan akuntan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kejadian maupun transaksi bisnis dan ekonomi perusahaan secara fundamental sebelum membuat judgment. Selain keahlian teknis, akuntan juga perlu memahami implikasi etis dan legal dalam implementasi standar (Carmona & Trombetta, 2008). Pengadopsian IFRS juga menciptakan pasar yang luas bagi jasa audit. Berbagai estimasi yang dibuat oleh manajemen perlu dinilai kelayakannya oleh auditor sehingga auditor juga dituntut memiliki kemampuan menginterpretasi tujuan dari suatu standar. AAA Financial Accounting Standard Committee (2003) bahkan meyakini kemungkinan meningkatnya konflik antara auditor dan klien. Meskipun masih muncul pro dan kontra, sesungguhnya penerapan IFRS ini akan berdampak positif. Bagi para emiten di Bursa Efek Jakarta (BEI), dengan menggunakan standar pelaporan internasional itu, para stakeholder akan lebih mudah untuk mengambil keputusan.

  • Pertama, laporan keuangan Perusahaan akan semakin mudah dipahami lantaran mengungkapkan detail informasi secara jelas dan transparan.
  • Kedua, dengan adanya transparansi tingkat akuntabilitas dan kepercayaan kepada manajemen akan meningkat.
  • Ketiga, laporan keuangan yang disampaikan perusahaan mencerminkan nilai wajarnya.

Di tengah interaksi pelaku ekonomi global yang nyaris tanpa batas, penerapan IFRS juga akan memperbanyak peluang kepada para emiten untuk menarik investor global. Dengan standar akuntansi yang sama, investor asing tentunya akan lebih mudah untuk membandingkan perusahaan di Indonesia dengan perusahaan sejenis di belahan dunia lain.

 

 

  1. Perusahaan – perusahaan yang telah menerapkan IFRS :
  • Astra Internasional Tbk
  • PT. Indofoos Sukses Makmur Tbk
  • Adaro Energy Tbk

 

  1. Profil perusahan :
  • Astra Internasional Tbk

Astra pertama kali didirikan sebagai perusahaan perdagangan di sebuah ruang kecil di Jakarta pada tahun 1957. Di usia yang ke-56 tahun saat ini, Astra telah berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar nasional yang diperkuat dengan 189.459 orang karyawan di 178 perusahaan termasuk anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities

Ketekunan dalam menjalin kerja sama dan kemitraan dengan berbagai perusahaan ternama di mancanegara telah mengantarkan banyak peluang bagi Astra untuk melayani berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia melalui 6 bidang usahanya, yang terdiri dari: Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik dan Teknologi Informasi.

 

  • Indofood Sukses Makmur Tbk

Pertamakali berdiri dengan nama PT. Panganjaya Intikusuma yang didasarkan pada Akta No. 249 tanggal 15-11-1990 dan diubah kembali dengan Akta No.171 tanggal 20-6-1991, semuanya dibuat dihadapan Benny Kristanto, SH, Notaris di Jakarta dan sudah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan NO. C2-2915 HT.01.01Th.91 tanggal 12-7-1991, serta telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dibawah No.579,580 dan 581 tanggal 5-8-1991, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.12 tanggal 11-2-1992. Tambahan No.611 Perseroan mengubah namanya yang semula PT. Panganjaya Intikusuma menjadi PT. Indofood Sukses Makmur, berdasarkan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham yang dituangkan dalam akta Risalah Rapat No.51 tanggal 5-2-1994 yang dibuat oleh Benny Kristianto, SH, Notaris di Jakarta.
Perseroan adalah Produsen mie instan yang meliputi pembuatan mi dan pembuatan bumbu mi instan serta pengolahan gandum menjadi tepung.
Fasilitas produksi untuk produk mi instan terdiri dari 14 pabrik yang tersebar di Pulau Jawa,Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, sedangkan untuk bumbu mi instan terdiri dari 3 pabrik di Pulau Jawa dan untuk pengolahan gandum terdiri dari 2 pabrik di Jakartadan Surabaya yang dìdukung oleh 1 pabrik kemasan karung tepung di Citereup.

  • Adaro Energy Tbk

Adaro Energy merupakan salah satu perusahaan yang bergerak sebagai produsen batu bara terbesar kedua yang ada di Indonesia dan terbesar keempat di dunia. Perusahaan ini mengoperasikan tambang batu bara tunggal terbesar di Indonesia dan merupakan pemasok batu bara termal dalam pasar global.

Pada awal berdirinya pada tahun 2004, perusahaan yang masih berbentuk perseroan terbatas yang bernama PT Padang Karunia. Pada tanggal 18 April 2008 perusahaan ini mengganti nama menjadi  PT Adaro Energy Tbk dalam persiapan untuk “go public”. Visi yang ditetapkan bagi perusahaan ini adalah menjadi perusahaan yang terbesar dan paling efisien dalam hal penambangan batu bara serta ter-integritas sebagai perusahaan energi di Asia Tenggara.

Adaro Energy dan anak perusahaannya saat ini bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan batu bara, infrastruktur an logistik batu bara serta jasa kontraktor pertambangan. Setiap anak perusahaan yang beroperasi diposisikan sebagai pusat laba yang mandiri dan ter-integritas. Hal ini sebagai upaya agar Adaro Energy memiliki produksi batu bara yang kompetitif yang dapat diandalkan serta menghasilkan rantai pasokan batu bara dengan nilai optimal bagi pemegang saham.

Selain cadangan batu bara yang besar, Adaro Energy juga memiliki beberapa aset yang berkualitas tinggi guna mendukung proses operasi,  seperti jalan penghubung dari lokasi tambang ke  fasilitas Crushing di Kelanis dan Terminal Batu bara di Pulau Laut sejauh 75 kilometer.  Selain itu, melalui anak perusahaannya, Adaro Energy memiliki armada penambangan lengkap termasuk Drilling Machines, Bulldozers, Wheel Dozers, Excavators, Graders, Articulated Truck, Dump Trucks, Wheel Loaders, Head Trucks, Vessels, Dollys, Crushers, dan beberapa alat produksi lainnya.

Produksi yang telah dicapai oleh perusahaan ini sangat besar, terbukti pada tahun 2011 saja telah mampu menghasilkan tambang dengan total 47,7 ton yang berlokasi di Tabalog dan Balangan, Kalimantan Selatan.

Selain itu, Adaro Energy juga telah berhasil memperoleh beberapa penghargaan, di antaranya  Recognition Award  2011 dari corporate Governance Asia, The Most Improve Governance 2011 dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) dan  The Indonesian Most Trusted dari the Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG).

 

sumber :

elraihany.wordpress.com

http://disfianoni.blogspot.com/2011/03/perkembangan-sak-indonesia-menuju-ifrs.html

http://juprilumbantoruan.blogspot.com/2013/11/ifrs-dan-akuntansi-internasional.html

http://m.merdeka.com/profil/indonesia/a/adaro-energy/

idx.co.id

 

Organisasi – organisasi yang Terlibat dalam Pembuatan Standar Akuntansi dan Audit Internasional

 

Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi dan audit internasional :

  1. Badan Standar Akuntansi International (IASB)
  2. Komisi Uni Eropa (EU)
  3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
  4. Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
  5. Kelompok Kerja Ahli Antarpemerintah Perserikatan Bangsa-bangsa atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (International Standars of Accounting and Reporting – ISAR), bagian dari Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa dalam Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development –UNCTAD)
  6. Kelompok Kerja dalam Standar Akuntansi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Kelompok Kerja OEDC)

 

  • Badan Standar Akuntansi Internasional

Tujuan IASB adalah :

  1. Untuk mengembangkan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diterapkan yang mewajibkan informasi yang berkualitas tinggi, transparan, dan dapat dibandingkan dalam laporan keuangan.
  2. Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar tersebut yang ketat.
  3. Untuk membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan Standar Akuntansi Internasional dan Pelaporan Keuangan Internasional kea rah solusi berkualitas tinggi.

Struktur IASB yang Baru

  1. Badan wali
  2. Dewan IASB
  3. Dewan penasihat standar
  4. Komite interpretasi pelaporan keuangan internasional (IFRIC)
  • Uni Eropa (Europen Union-EU)

Salah satu tujuan EU adalah untuk mencapai integrasi pasar keuangan eropa. Untuk tujuan ini, EC telah memperkenalkan direktif dan mengambil langkah inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar tunggal bagi :

  1. Perubahan modal dalam tingkat EU
  2. Membuat kerangka dasar hukum umum untuk pasar surat berharga dan derivatif yang terintegrasi
  3. Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat.
  • Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)

Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (International Organization of Securities Commissions-IOSCO) beranggotakan sejumlah badan regulator pasar modal yang ada di lebih dari 100 negara. Menurut bagian pembukaan anggaran IOSCO: Otoritas pasar modal memutuskan untuk bekerja bersama-sama dalam memastikan pengaturan pasar yang lebih baik, baik pada tingkat domestic maupun internasional, untuk mempertahankan pasar yang adil, efisien dan sehat:

  1. Saling menukarkan informasi berdasarkan pengalaman masing-masing untuk mendorong perkembangan pasar domestic.
  2. Menyatukan upaya-upaya untuk membuat standard an penhawasan efektif terhadap transaksi surat berharga internasional.
  3. Memberikan bantuan secara bersama-sama untuk memastikan integritas pasar melalui penerapan standar yang ketat dan penegakkan yang efektif terhadap pelanggaran.

IOSCO telah bekerja secara ekstensif dalam pengungkapan internasional dan standar akuntansi memfasilitasi kemampuan perusahaan memperoleh modal secara efisien melalui pasar global surat berharga. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi proses yang dapat digunakan para penerbit saham kelas dunia untuk memperoleh modal dengan cara yang paling efektif dan efisien pada seluruh pasar modal yang terdapat permintaan investor. Komite ini bekerja sama dengan IASB, antara lain dengan memberikan masukan terhadap proyek-proyek IASB.

  • FEDERASI INTERNASIONAL AKUNTAN (IFAC)

IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang memiliki 159 organisasi anggota di 118 negara, yang mewakili lebih dari 2,5 juta orang akuntan. Didirikan tahun 1977, dimana misinya adalah untuk mendukung perkembangan profesi akuntansi dengan harmonisasi standar sehingga akuntan dapat memberikan jasa berkualitas tinggi secara konsisten demi kepentingan umum.

Majelis IFAC, yang bertemu setiap 2.5 tahun, memiliki seorang perwakilan dari setiap organisasi anggota IFAC. Majelis ini memiliki suatu dewan, yang terdiri dari para individu yang berasal dari 18 negara yang dipilih untuk masa 2.5 tahun. Dewan ini, yang bertemu 2 kali setiap tahunnya, menetapkan kebijakan IFAC dan mengawasi operasinya. Administrasi harian dilakukan oleh Sekretariat IFAC yang berlokasi di New York, yang memiliki staf professional akuntansi dari seluruh dunia.

  • KELOMPOK KERJA ANTAR PEMERINTAH PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA UNTUK PAKAR DALAM STANDAR INTERNASIONAL AKUNTANSI DAN PELAPORAN (ISAR)

ISAR dibentuk pada tahun 1982 dan merupakan satu-satunya kelompok kerja antar pemerintah yang membahas akuntansi dan audit pada tingkat perusahaan. Mandat khususnya adalah untuk mendorong harmonisasi standar akuntansi nasional bagi perusahaan. ISAR mewujudkan mandat tersebut melalui pembahasan dan pengesahan praktik terbaik, termasuk yang direkomendasikan oleh IASB. ISAR merupakan pendukung awal atas pelaporan lingkungan hidup dan sejumlah inisiatif terbaru berpusat pada tata kelola perusahaan dan akuntansi untuk perusahaan berukuran kecil dan menengah.

  • ORGANISASI UNTUK KERJASAMA EKONOMI DAN PEMBANGUNAN (OECD)

OECD merupakan organisasi internasional Negara-negara industry maju yang berorientasi ekonomi pasar. Dengan keanggotaan yang terdiri dari Negara-negara industry maju yang lebih besar, OECD sering menjadi lawan yang tangguh terhadap badan-badan lain (seperti PBB atau Konfederasi Internasional Persatuan Perdagangan Bebas) yang memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan kepentingan anggota-anggotanya.

 

Sumber : http://datakata.wordpress.com/2013/12/03/akuntansi-global-dan-standar-audit/

 

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AKUNTANSI INDONESIA DAN INTERNASIONAL

 

Saat ini akuntansi beroperasi antara lain dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan Internasional. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas ke dalam area konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar porsi teknologi informasi dalam sistem dan prosedurnya. Dengan demikian akuntansi jelas tanggap terhadap stimulus lingkungan.

Menurut Choi dan Muller (1998; 1) bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu (1) faktor lingkungan, (2) Internasionalisasi dari disiplin akuntansi, dan (3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi. Ketiga faktor tersebut dalam perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan dan menentukan arah dari teori akuntansi yang selama bertahun-tahun dan dekade banyak para ahli mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan ternyata mengalami kegagalan dan hal tersebut menyebabkan terjadinya evolusi dari ”theorizing” ke “conceptualizing”.

 

Sejarah dan Perkembangan Akuntansi Indonesia

Praktik akuntansi di Indonesia dapat ditelusur pada era penjajahan Belanda sekitar 17 (ADB 2003) atau sekitar tahun 1642 (Soemarso 1995). Jejak yang jelas berkaitan dengan praktik akuntansi di Indonesia dapat ditemui pada tahun 1747, yaitu praktik pembukuan yang dilaksanakan Amphioen Sociteyt yang berkedudukan di Jakarta (Soemarso 1995). Pada era ini Belanda mengenalkan sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping) sebagaimana yang dikembangkan oleh Luca Pacioli. Perusahaan VOC milik Belanda-yang merupakan organisasi komersial utama selama masa penjajahan-memainkan peranan penting dalam praktik bisnis di Indonesia selama era ini (Diga dan Yunus 1997).

Kegiatan ekonomi pada masa penjajahan meningkat cepat selama tahun 1800an dan awal tahun 1900an. Hal ini ditandai dengan dihapuskannya tanam paksa sehingga pengusaha Belanda banyak yang menanmkan modalnya di Indonesia. Peningkatan kegiatan ekonomi mendorong munculnya permintaan akan tenaga akuntan dan juru buku yang terlatih. Akibatnya, fungsi auditing mulai dikenalkan di Indonesia pada tahun 1907 (Soemarso 1995). Peluang terhadap kebutuhan audit ini akhirnya diambil oleh akuntan Belanda dan Inggris yang masuk ke Indonesia untuk membantu kegiatan administrasi di perusahaan tekstil dan perusahaan manufaktur (Yunus 1990). Internal auditor yang pertama kali datang di Indonesia adalah  J.W Labrijn-yang sudah berada di Indonesia pada tahun 1896 dan orang pertama yang melaksanakan pekerjaan audit (menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan) adalah Van Schagen yang dikirim ke Indonesia pada tahun 1907 (Soemarso 1995).

Pengiriman Van Schagen merupakan titik tolak berdirinya Jawatan Akuntan Negara-Government Accountant Dienst yang terbentuk pada tahun 1915 (Soermarso 1995). Akuntan publik yang pertama adalah Frese & Hogeweg yang mendirikan kantor  di Indonesia pada tahun 1918. Pendirian kantor ini diikuti kantor akuntan yang lain yaitu kantor akuntan H.Y.Voerens pada tahun 1920 dan pendirian Jawatan Akuntan Pajak-Belasting Accountant Dienst (Soemarso 1995). Pada era penjajahan, tidak ada orang Indonesia yang bekerja sebagai akuntan publik. Orang Indonesa pertama yang bekerja di bidang akuntansi adalah JD Massie, yang diangkat sebagai pemegang buku pada Jawatan Akuntan Pajak pada tanggal 21 September 1929 (Soemarso 1995).

Kesempatan bagi akuntan lokal (Indonesia) mulai muncul pada tahun 1942-1945, dengan mundurnya Belanda dari Indonesia. Pada tahun 1947 hanya ada satu orang akuntan yang berbangsa Indonesia yaitu Prof. Dr. Abutari (Soermarso 1995). Praktik akuntansi model Belanda masih digunakan selama era setelah kemerdekaan (1950an). Pendidikan dan pelatihan akuntansi masih didominasi oleh sistem akuntansi model Belanda. Nasionalisasi atas perusahaan yang dimiliki Belanda dan pindahnya orang orang Belanda dari Indonesia pada tahun 1958 menyebabkan kelangkaan akuntan dan tenaga ahli (Diga dan Yunus 1997).

Atas dasar nasionalisasi dan kelangkaan akuntan, Indonesia pada akhirnya berpaling ke praktik akuntansi model Amerika. Namun demikian, pada era ini praktik akuntansi model Amerika mampu berbaur dengan akuntansi model Belanda, terutama yang terjadi di lembaga pemerintah. Makin meningkatnya jumlah institusi pendidikan tinggi yang menawarkan pendidikan akuntansi-seperti pembukaan jurusan akuntansi di Universitas Indonesia 1952, Institute Ilmu Keuangan (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara-STAN) 1990, Univesitas Padjajaran 1961, Universitas Sumatera Utara 1962, Universitas Airlangga 1962 dan Universitas Gadjah Mada 1964 (Soermarso 1995)-telah mendorong pergantian praktik akuntansi model Belanda dengan model Amerika pada tahun 1960 (ADB 2003). Selanjutnya, pada tahun 1970 semua lembaga harus mengadopsi sistem akuntansi model Amerika (Diga dan Yunus 1997).

Pada pertengahan tahun 1980an, sekelompok tehnokrat muncul dan memiliki kepedulian terhadap reformasi ekonomi dan akuntansi. Kelompok tersebut berusaha untuk menciptakan ekonomi yang lebih kompetitif dan lebih berorientasi pada pasar-dengan dukungan praktik akuntansi yang baik. Kebijakan kelompok tersebut memperoleh dukungan yang kuat dari investor asing dan ­lembaga-lembaga internasional (Rosser 1999). Sebelum perbaikan pasar modal dan pengenalan reformasi akuntansi tahun 1980an dan awal 1990an, dalam praktik banyak ditemui perusahaan yang memiliki tiga jenis pembukuan-satu untuk menunjukkan gambaran sebenarnya dari perusahaan dan untuk dasar pengambilan keputusan; satu untuk menunjukkan hasil yang positif dengan maksud agar dapat digunakan untuk mengajukan pinjaman/kredit dari bank domestik dan asing; dan satu lagi yang menjukkan hasil negatif (rugi) untuk tujuan pajak (Kwik 1994).

Pada awal tahun 1990an, tekanan untuk memperbaiki kualitas pelaporan keuangan muncul seiring dengan terjadinya berbagai skandal pelaporan keuangan yang dapat mempengaruhi kepercayaan dan perilaku investor. Skandal pertama adalah kasus Bank Duta (bank swasta yang dimiliki oleh tiga yayasan yang dikendalikan presiden Suharto). Bank Duta go public pada tahun 1990 tetapi gagal mengungkapkan kerugian yang jumlah besar (ADB 2003). Bank Duta juga tidak menginformasi semua informasi kepada Bapepam, auditornya atau underwriternya tentang masalah tersebut. Celakanya, auditor Bank Duta mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian. Kasus ini diikuti oleh kasus Plaza Indonesia Realty (pertengahan 1992) dan Barito Pacific Timber (1993). Rosser (1999) mengatakan bahwa bagi pemerintah Indonesia, kualitas pelaporan keuangan harus diperbaiki jika memang pemerintah menginginkan adanya transformasi pasar modal dari model “casino” menjadi model yang dapat memobilisasi aliran investasi jangka panjang.

Berbagai skandal tersebut telah mendorong pemerintah dan badan berwenang untuk mengeluarkan kebijakan regulasi yang ketat berkaitan dengan pelaporan keuangan. Pertama, pada September 1994, pemerintah melalui IAI mengadopsi seperangkat standar akuntansi keuangan, yang dikenal dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Kedua, Pemerintah bekerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) melaksanakan Proyek Pengembangan Akuntansi yang ditujukan untuk mengembangkan regulasi akuntansi dan melatih profesi akuntansi. Ketiga, pada tahun 1995, pemerintah membuat berbagai aturan berkaitan dengan akuntansi dalam Undang Undang Perseroan Terbatas. Keempat, pada tahun 1995 pemerintah memasukkan aspek akuntansi/pelaporan keuangan kedalam Undang-Undang Pasar Modal (Rosser 1999).

Jatuhnya nilai rupiah pada tahun 1997-1998 makin meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk memperbaiki kualitas pelaporan keuangan. Sampai awal 1998, kebangkrutan konglomarat, collapsenya sistem perbankan, meningkatnya inflasi dan pengangguran memaksa pemerintah bekerja sama dengan IMF dan melakukan negosiasi atas berbagaai paket penyelamat yang ditawarkan IMF. Pada waktu ini, kesalahan secara tidak langsung diarahkan pada buruknya praktik akuntansi dan rendahnya kualitas keterbukaan informasi (transparency). Berikut ini tabel ringkasan perkembangan akuntansi di Indonesia.

 

v   Sejarah dan Perkembangan Akuntansi internasional

Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.

Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis. Berikut ini karakteristik era ekonomi global:

  • Bisnis internasional.
  • Hilangnya batasan-batasan antar negara era ekonomi global sering sulit untuk mengindentifikasi negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional.
  • Ketergantungan pada perdagangan internasional.

Awalnya, akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping), dianggap awal penciptaan akuntansi. Akuntansi modern dimulai sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli (th 1447). Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul : Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya. Hal ini diakui sendiri oleh Luca (Radebaugh, 1998) “Pacioli did not claim that his ideas were original, just that he was the one who was trying to organize and publish them. He objective was to publish a popular book that could be used by all, following the influence of the venetian businessmen rather than bankers”.

Praktek bisnis dengan metode venetian yang menjadi acuan Luca menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Inggris. Luca memperkenalkan 3 (tiga ) catatan penting yang harus dilakukan:

  • Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
  • Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
  • Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).
    Perkembangan sistem akuntansi ini didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial.
    “Pembukuan ala Italia“ kemudian beralih ke Jermanuntuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
    Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia. Sistem akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran Rusia.

Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.

 

 

Sumber : http://accountme.blogspot.com/2013/02/sejarah-dan-perkembangan-akuntansi-di_5.html

 

 

About the Qatar Exchange
Established in 1995, the Doha Securities Market (DSM) officially started operations in 1997. Since then the exchange has grown to become one of the leading stock markets in the GCC region.
In June 2009, Qatar Holding, the strategic and direct investment arm of Qatar Investment Authority (QIA), and NYSE Euronext, the world’s leading exchange group, signed an agreement to form a major strategic partnership to establish the Exchange as a world-class market. The DSM was renamed the Qatar Exchange on the conclusion of the deal.
The primary aim of the Qatar Exchange is to support Qatar’s economy by providing a venue for capital raising for Qatari companies as part of their corporate strategy and giving investors a platform through which they can trade a variety of products in a transparent and efficient manner. The Qatar Exchange also provides the public with access to market information and ensures correct disclosure of information.
History of the Exchange

1997
The start of first day of trading of securities in the Doha Securities Market (DSM).

1998
Introduction of the Central Registration System.

1999
Investors able to sell shares purchased on the day following the day of their purchase (T+1).

2000
Implementation of companies’ linkage project through the internet. The first of its kind in the Gulf area at the time.

2001
Start of the electronic trading project to replace the manual trading systems.

2002
• Launch of DSM web site.
• Investors able to sell their purchased shares on the same day.
• Approval of a new market index to reflect changes in listed companies’ prices more reliably and accurately.

2003
Moved into a new building to better serve the investment community.

2005
Non-Qataris permitted to invest up to 25% of the shares offered for trading.

2006
Integration of both the regular and irregular markets.

2007
Became a member of World Federation of Exchanges (WFE).

2009
Signed a strategic partnership agreement with NYSE Euronext to transform the Qatar Exchange into a world-class market.

Image

Lampiran :
1. Laporan Keuangan Gulf Internasional Service ESC
http://www.gis.com.qa/index.php?page=year-end-2012-results=0&v=2

2. Laporan Keuangan PT Pertamin Persero
http://www.pertamina.com/our-business/

JIKA AKU MENJADI SEORANG AKUNTAN INTERNAL AUDITOR

Internal Auditor ialah orang atau badan yang melaksanakan aktivitas internal Auditing. Jika saya menjadi  internal auditor saya dapat  membantu manajemen dalam menilai operasi perusahaan guna dapat mencapai tujuan usaha. Dalam melaksanakan pemeriksaan saya akan menyelidiki dan meneliti keefektifan sistem pengawasan yang ada. Dengan mengadakan penelitian terhadap pengawasan intern secara berkesinambungan akan dapat diketahui apakah berbagai depertemen atau unit lainnya dalam perusahaan telah melaksanakan fungsinya dengan baik atau belum. Jadi pemeriksaan intern yang dilakukan oleh internal auditor adalah merupakan suatu alat pengawasan yang penting untuk mengukur dan menilai keefektifan pengawasan-pegawasan yang ada di dalam perusahaan.

Adapun fungsi dan tujuan internal auditor dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut :

  • Fungsi
  1. Membahas dan menilai kebaikan dan ketepatan pelaksanaan pengendalian akuntansi, keuangan serta operasi.
  2. Meyakinkan apakah pelaksanaan sesuai dengan kebijaksanaan, rencana dan prosedur yang ditetapkan.
  3. Menyakinkan apakah kekayaan perusahaan/organisasi dipertanggungjawabkan dengan baik dan dijaga dengan aman terhadap segala kemungkinan resiko kerugian.
  4. Menyakinkan tingkat kepercayaan akuntansi dan cara lainnya yang dikembangkan dalam organisasi.
  5. Menilai kwalitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang telah dibebankan.
  • Tujuan
  1. Membantu manajemen untuk mendapatkan administrasi perusahaan yang paling efisien dengan memuat kebijaksanaan operasi kerja perusahaan.
  2. Menentukan kebenaran dari data keuangan yang dibuat dan kefektifan dari prosedur intern.
  3. Memberikan dan memperbaiki kerja yang tidak efisien.
  4. Membuat rekomendasi perubahan yang diperlukan dalam beberapa fase kerja.
  5. Menentukan sejauh mana perlindungan pencatatan dan pengamanan harta kekayaan perusahaan terhadap penyelewengan.
  6. Menetukan tingkat koordinasi dan kerja sama dari kebijaksanaan manajemen.

Dengan demikian seandainya saya menjadi internal auditor saya harus menegakkan prinsip – prinsip seperti :

a.   Correct, penyajian harus tepat dan benar.

b.   Complete, disajikan secara lengkap.

c.   Concise, penyajian sesingkat mungkin.

d.   Clear, informasi yang disampaikan harus jelas.

e.   Comprehensive, laporan harus bersifat menyeluruh.

f.    Comperative, sedapat mungkin laporan harus diperbandingkan.

g.   Conciderate, informasi yang disajikan harus relevan.

h.   Celerity, laporan harus selesai pada waktunya.

i.    Candid, laporan harus objektif.

j.    Coordinate, laporan harus dapat dikoordinasikan dengan laporan-laporan lainnya.

Dan laporan yang dibuat haruslah :

a.   Menerangkan dengan jelas ruang lingkup dan tujuan pemeriksaan.

b.   Dibuat seringkas mungkin, akan tetapi harus jelas dan cukup lengkap, agar dapat dimengerti oleh pihak yang menggunakannya.

c.   Manyajikan fakta-fakta dengan teliti, lengkap dan layak, apabila terdapat suatu penyimpangan atau kesalahan, sedapat mungkin dijelaskan sebab dan akibatnya.

d.   Menyajikan pendapat dan kesimpulan pemeriksa secara objektif dan dalam

bahasa yang jelas dan sederhana.

e.   Semata-mata membuat informasi yang didasarkan pada fakta pendapat dan kesimpulan yang di dalam kertas kerja didukung oleh bukti yang memadai.

f.    Sedapat mungkin membuat rekomendasi pemeriksa sebagai dasar untuk pengambilan tindakan untuk mengusahakan kebaikan.

g.   Lebih mengutamakan usaha-usaha perbaikan daripada kecaman.

Indri Ramadia

23210541 / 4EB07

Kelompok 3

Texaco : Masalah Ekuador

            Pada tahun 1964, atas undangan pemerintah Ekuador, Texaco inc. memulai operasi melalui anak perusahaan, TexPet, di wilayah amazon Ekuador. Tujuan dari proyek ini adalah untuk “mengembangkan sumber daya alam Ekuador dan mendorong kolonisasi daerah ini.” texpet adalah pemilik minoroty proyek dan mitra kerjanya adalah Petroecuador, yang compani minyak milik pemerintah.

Selama tahun sejak 1968 hingga 1992, konsorsium diekstrak 1,4 milyar barel minyak dari operasi Ekuador. Ekuador manfaat sangat selama periode ini. Ekuador menerima sekitar 98 persen dari semua uang yang dihasilkan oleh konsorsium dalam bentuk royalti, pajak, dan pendapatan. sama sekali, jumlah ini mewakili lebih dari 50 persen dari produk nasional bruto Ekuador selama periode itu.

Texpet operasi selama bertahun-tahun menyediakan lapangan kerja bagi 40 karyawan dan sekitar 2000 pekerja kontrak, sehingga menguntungkan hampir 3000. Keluarga Ekuador langsung, di samping ribuan warga Ekuador yang dipasok kebutuhan perusahaan untuk barang dan jasa. juga, texpet membuat kontribusi yang signifikan terhadap Guayaquil, Quito, dan politeknik Loja dan instituation lain pendidikan tinggi. minyak di-industri sumber kehidupan Ekuador tahun $ 1 milyar per yang bertanggung jawab atas 50 persen dari pendapatan ekspor dan 62 pf persen anggaran fiskal.

Sayangnya, masalah juga muncul. meskipun Petroecuador mengakuisisi 100 persen kepemilikan pipa transecuadorian pada tahun 1986, texpet masih menyumbang 88 persen dari seluruh produksi pipa minyak dan dioperasikan pada tahun 1987 ketika pecah dan dikuburkan oleh tanah longsor. Tumpahan dari 16,8 juta galon terjadi, yang Texaco disebabkan oleh gempa bumi besar yang melanda Ekuador.

Tumpahan ternyata terjadi juga meskipun Texaco menarik diri dari konsorsium pada tahun 1992 secara keseluruhan (setelah mengundurkan diri untuk menjadi mitra minoritas diam pada tahun 1990), tiga tuntutan yang diajukan terhadap dalam aquinda-bersatu menyatakan (November 1993), sequihua yang (Agustus 1993), dan Jota (dalam 19940. pribumi yang meluncurkan tuntutan hukum menuduh bahwa, selama dua dekade pengeboran minyak di amazon itu, Texaco membuang lebih dari 3000 galon minyak mentah sehari-jutaan galon total-ke lingkungan. Masyarakat adat mengatakan sungai mereka, sungai, dan danau sekarang terkontaminasi, dan ikan dan liar game yang pernah dibuat pasokan makanan mereka sekarang hancur tanya mereka. Dalam gugatan yang Texaco kompensasi mereka dan membersihkan perairan landand mereka.

Aquinda maria mengatakan bahwa bentuk air yang terkontaminasi sumur minyak di dekatnya dibor oleh anak perusahaan Texaco menyebabkan dia menderita ilments perut kronis dan ruam yang dapat ia kehilangan sejumlah babi dan ayam. aquinda dan 76 warga Amazon lainnya mengajukan gugatan $1.500.000.000 di New York terhadap Texaco. Gugatan class action, mewakili 30.000 orang, lebih lanjut menuduh Texaco yang bertindak “dengan mengabaikan berperasaan untuk kesehatan, kesejahteraan, dan keselamatan dari penggugat” dan bahwa “skala besar pembuangan limbah berbahaya tidak diobati dan perusakan habitat hutan hujan tropis, merugikan masyarakat adat dan harta benda mereka, “menurut tindakan kelompok Ekuador lingkungan hidup ekologis, Texaco menghancurkan lebih yang 1 juta hectared hutan tropis, menumpahkan 74 juta liter minyak, dan teknologi usang digunakan yang menyebabkan pembuangan 18 juta liter limbah beracun. Jaringan aksi hutan hujan, sebuah organisasi san Fransisco berbasis, mengatakan efek termasuk produksi tanaman miskin di daerah bencana, invasi tanah suku, serangan seksual yang dilakukan oleh para pekerja minyak, dan hilangnya hewan buruan (yang akan memasok makanan bagi masyarakat adat).

Audit dilakukan untuk mengatasi dampak operasi pada tanah, air, dan udara dan untuk menilai kepatuhan terhadap undang-undang lingkungan, peraturan, dan praktek yang berlaku umum operasi. dua diakui secara internasional dan perusahaan konsultan independen, AGRA bumi & lingkungan. dan Ekskutif di Fugro-McClelland, melaksanakan audit di Ekuador. Masing-masing secara independen menyimpulkan bahwa texpet bertindak secara bertanggung jawab dan bahwa tidak ada dampak lingkungan abadi atau signifikan dari operasi bekas. Meskipun demikian, texpet setuju untuk memperbaiki dampak yang terbatas dan lokal disebabkan operasinya. pada 4 Mei 1995, menteri Ekuador energi dan tambang, presiden Petroecuador, dan texpet sidned kontrak untuk melaksanakan pekerjaan perbaikan lingkungan dan pelepasan dari kewajiban, tanggung jawab, dan klaim berikut negosiasi dengan pejabat pemerintah Ekuador mewakili kepentingan kelompok-kelompok adat di Oriente tersebut. dalam upaya pemulihan, memproduksi sumur dan lubang sebelumnya digunakan oleh texped ditutup, menghasilkan sistem air telah diubah, dibersihkan tanah tersebut ditanam kembali, dan tanah terkontaminasi adalah direhabilitasi.

Semua tindakan yang diambil telah diperiksa dan disertifikasi oleh pemerintah Ekuador. Tambahan, texped mendanai program-program sosial dan kesehatan di seluruh wilayah operasi, seperti apotik medis dan limbah dan sistem air minum. Kontrak yang melunasi seluruh klaim oleh Petroecuador dan Republik Ekuador melawan afiliasi untuk semua hal yang timbul dari operasi konsorsium.

Pada musim panas 1998, proyek remediasi $ 40 juta diselesaikan, pada 30 September 1998, Ekuador menteri energi dan pertambangan, presiden Petroecuador, dan manajer umum petroproduccion menandatangani rilis final klaim dan pengiriman peralatan. Dokumen ini menyelesaikan persetujuan pemerintah Ekuador pekerjaan rehabilitasi lingkungan texpet dan lebih lanjut menyatakan bahwa texpet sepenuhnya mematuhi seluruh kewajiban yang ditetapkan dalam perjanjian remediasi ditandatangani pada tahun 1995.

Sementara itu, di negara-negara bersatu, Texaco membuat argumen berikut melawan tiga tuntutan hukum:

  • Kegiatan yang sesuai dengan hukum Ekuador, dan standar industri minyak internasional.
  •  Kegiatan yang dilakukan oleh sebagian besar tenaga kerja-yang Ekuador Texaco percaya akan selalu bertindak untuk kepentingan masyarakat nya / negara.
  • Semua investasi / operasi telah disetujui dan dipantau oleh pemerintah Ekuador dan Petroecuador.
  • Semua kegiatan dilakukan dengan andapproval pengawasan dari pemerintah Ekuador.
  • Tindakan ramah lingkungan digunakan, seperti helikopter, bukan jalan.
  • Kesehatan Ekuador meningkat selama Texaco tahun adalah di Ekuador.
  • Sembilan puluh delapan persen dari uang yang dihasilkan tinggal di Ekuador-50 persen dari PDB selama periode tersebut.
  • Pekerjaan disediakan untuk 2.800
  • Uang diberikan untuk sekolah-sekolah.
  • Perusahaan rekayasa independen tidak menemukan kerusakan abadi.
  • Program pemulihan $ 40 juta mulai per satu perjanjian dengan pemerintah Ekuador.
  • Pengadilan tidak boleh mengatur kegiatan di luar negeri.

Tiga tuntutan hukum dipecat untuk sama-sequihua alasan pada tahun 1996, dan Jota pada tahun 1997. Gugatan aquinda, misalnya, diluncurkan di New York (dimana Texaco memiliki kantor pusat badan) karena Texaco tidak lagi memiliki bisnis di Ekuador dan tidak bisa digugat di sana. kasus ini ditolak oleh pengadilan New York pada November 1996 atas dasar bahwa hal itu harus didengar di Ekuador. gagal itu, pemerintah harus Ekuador telah terlibat dalam kasus tersebut juga, atau bahwa kasus harus telah diajukan terhadap pemerintah dan Petroecuador milik negara serta Texaco. Pada saat itu pemerintah Ekuador tidak terlibat dan mengajukan banding atas keputusan tersebut. ini adalah pertama kalinya pemerintah asing telah menggugat sebuah perusahaan minyak AS di Amerika Serikat untuk kerusakan lingkungan. selain itu, pada tahun 1997, para penggugat dalam aquinda dan kasus-kasus Jota juga mengajukan banding keputusan pengadilan distrik tersebut.

Pada 5 Oktober 1998, pengadilan banding AS dikirim kembali kedua kasus ke pengadilan distrik untuk dipertimbangkan lebih lanjut pada apakah mereka harus procced di Ekuador atau amerika serikat. pengajuan tertulis diajukan pada 1 Februari 1999. Texaco telah lama berpendapat bahwa tempat yang tepat untuk kasus ini adalah karena Ekuador penghasil minyak operasi berlangsung di Ekuador di bawah kontrol dan pengawasan pemerintah Ekuador dan pengadilan Ekuador telah mendengar kasus serupa terhadap perusahaan lain. itu adalah posisi Texaco bahwa US pengadilan shouold tidak mengatur kegiatan negara-negara bersatu. pada kenyataannya, Texaco mengklaim duta Ekuador, perwakilan resmi pemerintah Ekuador, dicatat dalam sebuah surat kepada pengadilan distrik bahwa Ekuador tidak akan membebaskan kekebalan kedaulatannya.

Meskipun argumen Texaco, kasus itu dikirim kembali ke pengadilan yang melemparkannya keluar, atas dasar bahwa pemerintah Ekuador memang memiliki hak untuk campur tangan. pertanyaan apakah kasus tersebut bisa dicoba di Amerika Serikat atau Ekuador dalam keadaan sekarang akan diputuskan. Texaco mengklaim bahwa ia telah melakukan yang memadai untuk memperbaiki kerusakan apapun dan sengketa keabsahan ilmiah dari klaim amazonians (atau pendukung mereka) tampaknya memiliki sumber daya untuk terus memerangi ini gugatan di pengadilan.

 

PERTANYAAN

  1. Mungkinkah masyarakat Ekuador mampu menuntut Texaco di pengadilan AS?
  2. Seandainya tumpahan minyak disebabkan oleh tindakan Tuhan, serta gempa bumi, apakah Texaco harus bertanggung jawab?
  3. Apakah anda menemukan argumen Texaco mengenai melawan tuntutan hukum? mengapa dan mengapa tidak?

 

JAWABAN

  1. Ya, ekuador harus menuntut texaco. Karena Texaco menghancurkan lebih dari 1 juta hectared hutan tropis, menumpahkan 74 juta liter minyak, dan teknologi usang digunakan yang menyebabkan pembuangan 18 juta liter limbah beracun. Jaringan aksi hutan hujan, sebuah organisasi san Fransisco berbasis, mengatakan efek termasuk produksi tanaman miskin di daerah bencana, invasi tanah suku, serangan seksual yang dilakukan oleh para pekerja minyak, dan hilangnya hewan buruan (yang akan memasok makanan bagi masyarakat adat).
  2. Ya, texaco harus bertanggung jawab. Karena walaupun tumpahnya minyak bukan karena kesalahan procedur dalam pengelolaan minyak milik texaco, tetapi kerusakan lingkungan yang terjadi akibat tumpahnya minyak tersebut. Gempa bumi tidak akan menyebabkan keracunan limbah atau tanah yang terkontaminasi dan berbagai macam permasalahan lingkungan yang terjadi di ekuador, tapi semua itu terjadi karena tumpahnya 74 juta liter minyak.
  3. Ya. Argumen texaco yang melawan tuntutan hukum pemerintah negara-negara yang bersatu antara lain :
  • Texaco sudah melakukan Kegiatan yang sesuai dengan hukum Ekuador, dan standar industri minyak internasional.
  • Kegiatan industri dilakukan oleh sebagian besar tenaga kerja Ekuador. Texaco percaya akan selalu bertindak untuk kepentingan masyarakat nya / negara.
  • Semua investasi / operasi telah disetujui dan dipantau oleh pemerintah Ekuador dan Petroecuador.
  • Semua kegiatan dilakukan dengan persetujuan dan pengawasan dari pemerintah Ekuador.
  • Tindakan ramah lingkungan digunakan, seperti helikopter, bukan jalan.
  • Kesehatan masyarakat Ekuador meningkat selama Texaco berdiri di Ekuador.
  • Sembilan puluh delapan persen dari uang yang dihasilkan tinggal di Ekuador-50 persen dari GDP selama periode tersebut.
  • Pekerjaan disediakan untuk 2.800.
  • Uang diberikan untuk sekolah-sekolah.
  • Perusahaan rekayasa independen tidak menemukan kerusakan abadi.
  • Program pemulihan $ 40 juta mulai per satu perjanjian dengan pemerintah Ekuador.
  • Pengadilan amerika serikat tidak boleh mengatur kegiatan di luar negeri.

 

ANALISIS

            Menurut kelompok kami, hal ini merupakan sebuah kasus pelanggaran yang telah dilakukan oleh sebuah perusahaan terutama dalam aspek pencemaran lingkungan. Jika dilihat dari sisi masyarakat sekitar, tentu pencemaran ini sangat merugikan bagi kelangsungan hidup mereka, karena sungai-sungai tempat mereka mencari makan dan beraktivitas kini telah tercemar oleh limbah perusahaan Texaco inc. Memang perusahaan ini tadinya mempunyai maksud dan tujuan yang baik yaitu mereka ingin mengembangkan sumber daya alam Ekuador dan mendorong kolonosasi wilayah ini, tetapi mereka kurang memikirkan secara detail mengenai aspek-aspek penting yang sekiranya bisa merugikan pihak lain terutama dalam aspek lingkungan. Pemilihan  lokasi penambangan yang baik seharusnya tidak melibatkan pihak masyarakat. Lapangan pekerjaan yang sekiranya diperuntukkan masyarakat sekitar malah membuat petaka yang besar terhadap lingkungan tersebut.

Pengolahan sumber daya alam khususnya pengeboran minyak yang dilakukan oleh perusahaan Texaco Inc kurang memilih peralatan yang baik untuk melakukan pengeboran tersebut. Pencemaran yang terjadi murni akibat kecerobohan pekerja tambang, peralatan tambang yang sudah tidak layak pakai, tersebut dan bukan disebabkan oleh bencana alam. Pencemaran ini membuat kontaminasi terhadap sungai-sungai dan danau di Amazon. Masyarakat menuntut perusahaan tersebut agar bertanggung jawab terhadap pencemaran yang dilakukannya tersebut.

Sebuah organisasi san Fransisco mengatakan bahwa produksi tanaman di daerah menjadi sedikit, invasi tanah masyarakat, banyaknya peleceahan seksual yang dilakukan oleh para pekerja minyak, dan hilangnya hewan ternak yang diburu oleh pekerja tambang tersebut. Ekskutif di Fugro-McClelland, melaksanakan audit di Ekuador. Audit dilakukan untuk mengatasi dampak operasi pada tanah, air, dan udara dan untuk menilai kepatuhan terhadap undang-undang lingkungan, peraturan, dan praktek yang berlaku umum dalam operasi. Hal ini diakui secara internasional oleh perusahaan konsultan independen, AGRA bumi & lingkungan.

Masing-masing secara independen menyimpulkan bahwa Texaco Inc. bertanggung jawab atas semua kerugian dan menyatakan bahwa tidak ada dampak lingkungan panjang atau signifikan dari bekas operasi tersebut.

textz og:��a �Fa ine-height:150%’>Duncan sebagai mitra AA tidak menghentikan keputusan yang cacat karena Duncan merasa tidak mampu menolak mitra pengendali kualitas atas keinginannya sendiri, mungkin Duncan merasa posisi dia dalam kemitraan tersebut tidak bisa menunjang atau merasa tidak mempunyai hak untuk berpendapat.

  1. Haruskah semua pekerja Arthur Andersen menderita atas tindakan atau kelambanan tindakan yang disebabkan oleh kurang dari 100 orang? Manakah personel Arthur Andersen yang seharusnya dituntut?

Jawab  :

Tidak, karena ini bukan salah mereka. Namun karena masalah enron ini yang melibatkan AA, semua anggota AA terkena imbasnya dan mengakibatkan mereka kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Dari kasus ini yang seharusnya dituntut adalah orang-orang yang terlibat langsung pada masalah enron ini.

  1. Dalam  keadaan apa perusahaan audit harus memusnahkan atau menghancurkan kertas kerja audit?

Jawab  :

Sesuai dengan peraturan sebagai seorang auditor harus menjaga semua dokumen-dokumen sampai 5 tahun. Apabila sudah 5 tahun, barulah dokumen tersebut dapat dimusnahkan atau dihancurkan.

  1. Jawablab pertanyaan – pertanyaan yang ada dalam bagian “Pertanyaan Tersisa” yang dibahas dalam kasus etika ini, Masalah Arthur Andersen.

Jawab  :

Seharusnya dengan adanya kasus Arthur Andersen ini menjadi pelajaran bagi KAP lain untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan. Karena apabila terjadi kembali masalah AA ini pada KAP lain otomatis masyarakat akan tidak percaya lagi pada KAP tersebut bahkan mungkin akan menghakimi sendiri status seorang auditor itu sendiri. Dan otomatis KAP Big 4 itu akan hilang. Namun apabila masalah AA dijadikan sebagai bahan pelajaran dan pembatas untuk berbuat menyimpang. KAP lain mampu bertahan dan memberikan yang terbaik untuk kliennya. Dari masalah AA ini yang sudah sampai ke pengadilan tentu saja akan menyeret semua pihak yang bersangkutan, sedikit demi sedikit akan terungkap siapa-siapa saja yang bersalah dan harus bertanggung jawab. Semoga dengan adanya masalah ini tidak terjadi tragedi lain.

Indri Ramadia

23210541 / 4EB07

Kelompok 3

KASUS ETIKA

MASALAH ARTHUR ANDERSEN

Arthur Andersen LPP adalah salah satu firma akuntansi terbesar di AS yang berdiri sejak 1913. Selama perjalanannya perusahan ini memiliki reputasi sebagai kepercayaan, integritas dan etika yang penting bagi perusahaan yang di bebani auditing secara independen dan melaporkan laporan-laporan perusahaan publik, dimana akurasi investor tergantung keputusan investasi.

Di masa-masa awalnya Andersen memiliki standar-standar profesi akuntansi dan mengembangkan inisiatif-inisiatif baru pada kekuatan-kekuatan integritasnya. Arthur Andersen pernah menjadi model sebuah karakter teguh hati dan integritas yang merupakan profesionalitas dalam akuntansi. Tetapi kebangkrutan klien-klien besar membuka skandal-skandal besar yang membuat firma akuntansi ini tutup.

Kebangkitan

Ketika Leonard Spacek bergabung di tahun 1947, ia mulai mengembangkan jasa konsultan kepada klien-klien besar. Selama rentang waktu 30 tahunan, bisnis konsultasi Andersen menjadi lebih menguntungkan daripada usaha aslinya. Di Andersen, pertumbuhan menjadi prioritas dan penekanannya pada perekrutan dan mempertahankan klien-klien besar berdampak pada kualitas dan independensi audit. Fokus pada pertumbuhan ini menghasilkan perubahan yang mendasar pada budaya perusahaan. Bisnis konsultasi Andersen menjadi yang tercepat pertumbuhannya dan paling menguntungkan dan paling berkembang pesat di dunia. Banyak yang meninjaunya sebagai model sukses yang ditiru frima-firma lainnya. Tetapi model ini menjadikan Securities and Exchange Commission (SEC) memberikan peringatan berkaitan independensi auditing. Ketua SEC yang prihatin akan hal ini menyarankan aturan-aturan baru untuk membatasi layanan di luar audit. Tetapi saran ini ditolak Andersen.

Tahun 1999 Andersen memisahkan fungsi akuntansi dan konsultasi. Namun seringkali strategi ini menjadikan persaingan di antara kedua unit yang cenderung melemahkan dan memicu kerahasiaan dan keegoisan. Komunikasi menjadi merosot, merintangi kemampuan perusahaan untuk tanggap dan bekerja efektif menghadapi krisis. Dengan pendapatan yang berkembang, unit konsultasi menuntut kompensasi dan pengakuan yang lebih besar. Perselisihan yang meruncing ini menjadikan pertikaian. Tahun 2000 dalam pengadilan arbitrase, hakim memutuskan bahwa konsultan Andersen bisa memisahkan diri dan bekerja secara efektif. Perusahaan konsultasi berubah namanya menjadi Accenture. Pada Januari 2001, Andersen mengangkat Joseph Berardino sebagai CEO baru dalam auditing. Tugas pertamanya adalah melacak perusahaan yang lebih kecil melalui sejumlah tuntutan hukum yang sudah ada. Andersen membayar amat mahal untuk tuntutan-tuntutan ini. Tahun berikutnya, banyak perusahaan klien Andersen meninjau ulang hubungannya dengan Andersen. Bagian selanjutnya adalah menjabarkan segelintir kasus yang membuat keruntuhan Andersen.

Keruntuhan

BFA

Skandal Baptist Foundation of Arizona (BFA) menjadi kebangkrutan terbesar perusahaan amal nirlaba dalam sejarah AS, dimana Andersen bertindak sebagai auditornya. Mereka dianggap menipu investor sebesar $570 juta. BFA didirikan untuk menghimpun dana dan mengelola gereja di Arizona. Lembaga ini bekerja seperti bank, membayar bunga deposito yang digunakan sebagian besar untuk berinvestasi di Arizona real estate. Ini merupakan investasi yang lebih spekulatif daripada apa yang dilakukan lembaga pembaptis lainnya.

Masalah dimulai ketika pasar real estate mengalami penurunan, dan manajemen dituntut untuk menghasilkan keuntungan. Karenanya, pengurus yayasan diduga menyembunyikan kerugian  dari investor sejak 1986  dengan menjual beberapa properti dengan harga tinggi kepada entitas-entitas yang telah meminjam uang dari ayyasan yang tak mungkin membayar properti kecuali kondisi pasar real estate berbalik. Dalam dokumen pengadilan apa yang disebut dengan “skema Ponzi” setelah kasus peniupuan yang terkenal, pejabat yayasan diduga mengambil uang dari investor baru untuk membayar investor yang sudah ada untuk menjaga arus kas. Sementara itu, pejabat puncak menerima gaji. Skema ini akhirnya terurai, mengarah pada investigasi kriminal dan tuntutan terhadap BFA dan Andersen. Akhirnya, yayasan mengajukan petisi Bab 11 mengenai perlindungan kebangkrutan pada tahun 1999.

Gugatan investor terhadap Andersen menuduh perusahaan ini melakukan pemalsuan dan menyesatkan laporan keuangan BFA. Dala sebuah pernyataannya di tahun 2000, Andersen merespon rasa simpatinya kepada BFA tetapi membela keakuratan dengan opininya tentang audit. Namun setelah dua tahun penyelidikan, laporan menunjukkan bahwa Andersen sudah diperingatkan kemungkinan kegiatan penipuan oleh beberapa karyawan BFA, yang akhirnya perusahaan setuju untuk membayar $217 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan pemegang saham pada taun 2002.

Sunbeam

Masalah Andersen dengan Sunbeam bermula dari kegagalan audit yang membuat kesalahan serius pada akuntansinya yang akhirnya menghasilkan tuntutan class action dari investor Sunbeam. Baik dari gugatan hukum dan perintah sipil yang diajukan SEC menuduh Sunbeam membesar-besarkan penghasilan melaului strategi penipuan akuntansi, seperti pendapatan “cookie jar”, recording revenue on contingent sales, dan mempercepat penjualan dari periode selanjutnya ke kuartal masa kini. Perusahaan juga dituduh melakukan hal yang tidak benar melakukan transaksi “bill-and-hold”, dimana menggembungkan pesanan bulan depan dari pengiriman sebenarnya dan tagihannya.

Akibatnya, Sunbeam dipaksa meyatakan kembali laporan keuangan selama enam kuartal. SEC juga menuduh Arthur Andersen. Pada 2001, Sunbeam mengajukan petisi kepada Pengadilan kepailitan AS Distrik Selatan New York dengan Bab 11 Judul 11 tentang aturan kebangkrutan. Agustus 2002, pengadilan memutuskan pembayaran sebesar $141 juta. Andersen setuju membayar $110 juta untuk menyeleaikan klaim tanpa mengakui kesalahan dan tanggung jawab. Sunbeam mengalami kerugian pemegang saham sebesar $4,4 miliar dan kehilangan ribuan karyawannya. Sunbeam terbebas dari kebangkrutan.

Waste Management

Andersen juga terlibat dalam pengadilan atas data akuntansi yang dipertanyakan mengenai pendapatan yang berlebih sebesar $1,4 miliar dari Waste Management. Gugatan diajukan oleh SEC atas penipuan laporan keuangan selama lebih dari lima tahun. Menurut SEC, Waste Management membayar jasa audit kepada Andersen, yang menyarankan bahwa bisa memperoleh biaya tambahan melalui “tugas khusus”. Awalnya Andersen mengidentifikasi praktek-praktek akuntansi yang tidak tepat dan disajikan kepada Waste Management. Namun pimpinan Waste Management menolak mengkoreksi. Hal ini dilihat oleh SEC sebagai upaya menutupi penipuan masa lalu untuk melakukan penipuan masa depan. Hasilnya, Andersen harus membayar $220 juta ke pemegang saham Waste Management dan $7 juta ke SEC. Andersen dipaksa untuk melakukan perjanjian untuk tidak melakukan laporan palsu di masa mendatang atau izin usahanya akan dicabut – suatu persetujuan yang kemudian memutuskan hubungannya dengan Enron.

Enron

Bulan Oktober 2001, SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron, salah satu klien terbesar Andersen. Dengan Enron, Andersen mampu membuat 80 persen perusahaan minyak dan gas menjadi kliennya. Namun, pada November 2001 harus mengalami kerugian sebesar $586 juta. Dalam sebulan, Enron bangkrut.

Departemen Kehakiman AS menmulai melakukan penyelidikan kriminal pada 2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. Perusahaan audit akhirnya mengakui telah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat putusan. Atas kasus itu, Nancy Temple, pengacara Andersen meminta perlindungan Amandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi. Banyak pihak yang menamainya sebagai “bujukan koruptif” yang menyesatkan. Dia menginstruksikan David Duncan, supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron, untuk menghapus namanya dari memo yang bisa memberatkannya.

Pada Juni 2005, pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradilan, menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. Perusahaan setuju untuk menghentikan auditing publik  pada 31 Agustus 2002, yang pada prinsipnya mematikan bisnisnya.

Perusahaan Telekomunikasi

Sayangnya, tuduhan penipuan tidak berakhir pada kasus Enron. Berita segera muncul ketika WorldCom, klien terbesar Andersen, memiliki penyimpangan sebesar $3,9 miliar. Harga sahamnya kemudian jatuh dan investor melayangkan serangkaian tuntutan hukum yang mengirim WorldCOm ke Pengadilan Kepailitan. Andersen menyalahkan WorldCom dan bersikeras bahwa penyimpangan tidak pernah diungkapkan kepada auditor dan bahwa ia telah memenuhi standar SEC dalam auditnya. WorldCOm balik menuduh Andersen karena gagal menemukan penyimpangan yang ada. Selama kasus Enron dan WorldCOm berlanjut, banyak perusahaan-perusahaan lainnya dituduh melakukan penyimpangan akuntansi.

Kesimpulan :

Dari kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa KAP Arthur Andersen sudah melanggar kode etik yang seharusntya menjadi pedoman dalam melaksanakan tugasnya dan bukan untuk dilanggar. Mungkin saja pelanggaran tersebut awalnya mendatangkan keuntungan bagi perusahaan seperti misalnya pada kasus enron, tetapi akhirnya dapat menjatuhkan kredibilitas bahkan menghancurkan enron dan KAP Arthur Andersen. Dalam kasus ini KAP yang seharusnya bersikap independen, tidak dilakukan oleh AA. Karena perbuatan tersebut, kedua-duanya menuai kehancuran dimana enron bangkrut dengan meninggalkan hutang millayaran dollar. Sedangkan KAP AA sendiri kehilangan keindependensiannya dan kepercayaan dari masyarakat terhadap KAP tersebut, juga berdampak pada karyawan yang bekerja di KAP yang bersangkutan dimana mereka menjadi sulit untuk mendapatkan pekerjaan akibat kasus ini.

Soal Pertanyaan :

  1. Apakah kontribusi yang diberikan oleh Arthur Andersen dalam bencana Enron?

Jawab  :

  • Pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan menekankan pada perekrutran dan mempertahankan klien-klien besar, namun mutu dan independensi audit dikorbankan.
  • Andersen menjadi membatasi pengawasan terhadap tim audit akibat kurangnya check and balances yang bisa terlihat ketika tim audit telah menyimpang dari kebijakan semula.
  • Sikap Arthur Andersen yang memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan, sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen, tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Akibatnya, banyak klien Andersen yang memutuskan hubungan dan Arthur Andersen pun ditutup.
  1. Manakah keputusan yang salah dari Arthur Andersen?

Jawab  :

  • Menyetujui kesepakatan bersama Enron untuk memanipulasi laporan keuangan yang mengalami kerugian.
  • Tidak menjalani tugas auditor yang seharusnya bersifat profesional dan independen.
  • Lebih mementingkan keuntungan dan segala sesuatunya diukur dengan uang. Sementara kualitas itu sendiri tidak ia jalankan.
  1. Apakah motivasi utama dibalik keputusan mitra audit Arthur Andersen terhadap audit Enron, Worldcom, Waste Management dan Sunbeam : kepentingan umum atau suatu kepentingan yang lain? Sebutkan contoh – contoh yang mengungkapkan motivasi ini

Jawab  :

Kepentingan yang lain. AA lebih mementingkan kepentingan Enron untuk memanipulasi laporan keuangan yang mengalami kerugian agar para investor tetap bertahan berinvestasi pada Enron tanpa melihat dari segi resiko dan latar belakang prosedur seorang auditor yang sebenarnya. Contohnya AA sebagai auditor dan konsultan (dan menarik biaya untuk konsultasi) beberapa SPE yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan palsu, menyembunyikan kerugian, menjaga pembiayaan dari laporan keuangan konsolidasi Enron dan gagal untuk memenuhi ekuitas berisiko dibawah 3 persen atas investor luar dan kriteria pengendalian keputusan untuk nonkonsolidasi.

  1. Mengapa seharusnya auditor membuat keputusan untuk kepentingan umum daripada kepentingan manajemen atau pemegang saham saat ini?

Jawab  :

Karena sesuai dengan sifat seorang auditor yaitu bersifat profesional dan independent, itu berarti sebagai seorang auditor tidak boleh berpihak kepada siapapun. Menjalani tugas sesuai dengan prosedur, mengambil keputusan sesuai dengan informasi dan temuan audit yang sudah didapat. Agar tidak merugikan pada kedua belah pihak. Karena apabila tidak seperti itu akan banyak resiko yang akan dihadapi oleh auditor itu sendiri, perusahaan dan pemegang sahamnya.

  1. Mengapa Arthur Andersen – Mitra penanggung jawab untuk pengendalian kualitas – tidak menghentikan keputusan yang cacat dari mitra audit?

Jawab  :

Duncan sebagai mitra AA tidak menghentikan keputusan yang cacat karena Duncan merasa tidak mampu menolak mitra pengendali kualitas atas keinginannya sendiri, mungkin Duncan merasa posisi dia dalam kemitraan tersebut tidak bisa menunjang atau merasa tidak mempunyai hak untuk berpendapat.

  1. Haruskah semua pekerja Arthur Andersen menderita atas tindakan atau kelambanan tindakan yang disebabkan oleh kurang dari 100 orang? Manakah personel Arthur Andersen yang seharusnya dituntut?

Jawab  :

Tidak, karena ini bukan salah mereka. Namun karena masalah enron ini yang melibatkan AA, semua anggota AA terkena imbasnya dan mengakibatkan mereka kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Dari kasus ini yang seharusnya dituntut adalah orang-orang yang terlibat langsung pada masalah enron ini.

  1. Dalam  keadaan apa perusahaan audit harus memusnahkan atau menghancurkan kertas kerja audit?

Jawab  :

Sesuai dengan peraturan sebagai seorang auditor harus menjaga semua dokumen-dokumen sampai 5 tahun. Apabila sudah 5 tahun, barulah dokumen tersebut dapat dimusnahkan atau dihancurkan.

  1. Jawablab pertanyaan – pertanyaan yang ada dalam bagian “Pertanyaan Tersisa” yang dibahas dalam kasus etika ini, Masalah Arthur Andersen.

Jawab  :

Seharusnya dengan adanya kasus Arthur Andersen ini menjadi pelajaran bagi KAP lain untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan. Karena apabila terjadi kembali masalah AA ini pada KAP lain otomatis masyarakat akan tidak percaya lagi pada KAP tersebut bahkan mungkin akan menghakimi sendiri status seorang auditor itu sendiri. Dan otomatis KAP Big 4 itu akan hilang. Namun apabila masalah AA dijadikan sebagai bahan pelajaran dan pembatas untuk berbuat menyimpang. KAP lain mampu bertahan dan memberikan yang terbaik untuk kliennya. Dari masalah AA ini yang sudah sampai ke pengadilan tentu saja akan menyeret semua pihak yang bersangkutan, sedikit demi sedikit akan terungkap siapa-siapa saja yang bersalah dan harus bertanggung jawab. Semoga dengan adanya masalah ini tidak terjadi tragedi lain.

Indri Ramadia

23210541 / 4EB07

Kelompok 3