PASAR MODAL DI INDONESIA

Posted: Februari 10, 2011 in Uncategorized

Pasar modal adalah pasar tempat bertemunya permintaan dan penawaran dana – dana jangka panjang dalam bentuk penjualan dan pembelian surat – surat berharga.

Jenis – jenis surat berharga

1.    Saham. Tanda penyertaaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Saham terdiri dari 2 jenis yaitu, saham biasa dan saham preferen.

2.    Obligasi. Surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman dan yang diberi pinjaman.

Fungsi pasar modal

1.    Sebagai sarana penambah modal bagi badan usaha

2.    Sebagai sarana pemerataan pendapatan

3.    Sebagai sarana peningkatan kapasitas produksi

4.    Sebagai sarana penciptaan tenaga kerja

5.    Sebagai sarana peningkatan pendapatan negara

6.     Sebagai indikator perekonomian negara

Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan pasar modal

1.    Jumlah surat – surat berharga yang tersedia

2.    Permintaan akan surat – surat berharga

3.    Keadaan politik dan ekonomi suatu negara

4.    Perangkat hukum dan peraturan

5.    Partisipasi lembaga – lembaga pendukung

Sejarah pasar modal indonesia

Pasar modal berdiri sejak 1970. Pada saat itu, pemerintah membentuk tim pasar uang dan pasar modal dibawah koordinasi gubernur Bank Indonesia untuk melakukan penjajakan. Pembentukan psar modal lebih sulit dari pada pembentukan pasar uang, karena menghimpun dana jangka panjang lebih sulit dari pada menghimpun dana jangka pendek. Selanjutnya, pada tahun 1976, diundangkan KEPPRES no.52 tanggal 28 Desember, yang isinya

1.    Mendirikan psar modal di Jakarta yang kemudian bernama bursa efek indonesia. Badan ini diresmikan oleh presiden soeharto tahun 1977. Penjual saham pertama di bursa tersebut adalah PT. Semen cibinong.

2.    Mendirikan suatu badan yang diberi tugas menjadi penjamin(underwriter) pengeluaran saham di bursa, membeli saham perusahaan yang sudah go publicdan menjual kembali atau bertugas hanya sebagai pialang bursa efek indonesia, dan menjaga kestabilan bursa efek. Untuk itu dibentuklah suatu badan yang berbentuk PT, yaitu PT. reksa dana(persero) dengan modal pertama Rp. 50 miliar. Sekarang PT.reksa dana disebut sebagai “perusahaan reksadana”, yaitu perusahaan yang bisnis utamanya adalah mengeloladana dari masyarakat dengan menginvestasikannya ke berbagai saham.

3.    Membentuk badan pelaksanaan pasar modal (bapepam) yang berfungsi sebagai pelaksana,pengendali, dan pengawas pasar modal serta bertanggung jawab kepada menteri keuangan.

Lembaga – lembaga pendukung pasar modal indonesia

1.    Bapepam. Lembaga ini dibentuk dala rangka untuk mengawasi kegiatan pasar modal indonesia.

2.    Bursa efek. Merupakan institusi yang melalukan kegiatan perdagangan surat – surat berharga.

3.    Akuntan publik. Berperan dalam memeriksa laporan keuangan perusahaan yang akan menerbitkan surat berharga atau perusahaan yang sudah terdaftar di bursa efek dan memberikan pendapat terhadap laporan keuangan tersebut.

4.    Underwriter. Agar seluruh urat berharga laku terjual, maka penjualannya dijamin oleh sebuah institusi bernama underwriter. Underwriter yang menanggung resiko atas tidak terjualnya surat berharga tersebut, maka underwriter akan melakukan negosiasi dengan emiten(perusahaaan penerbit surat berharga) agar harga jual dari surat berharga tersebut tidak terlalu mahal.

5.    Wali amanat. Wali amanat mewakili kepentingan pembeli obligasi. Wali amanat menilai kepantasan penerbitan obligasi dihubungkan dengan kemampuan pengembalian dan pembayaran bunga. Jika pada saat jatuh tempo perusahaan penerbit obligasi tidak mampu membayar, maka pembeli obligasi akan mengalami kerugian. Untuk menghindari hal tersebut, maka dibutuhkan jasa wali amanat sebagai penilai penerbitan obligasi.

6.    Notaris. Penerbitan saham,obligasi, dan surat berharga lainnya merupakan keputusan RUPS dan di sah kan oleh akta notaris agar mempunyai kekuatan hukum sekaligus mendukung keabsahan penyelenggaraan RUPS.

7.    Konsultan hukum. Ahli hukum yang memberi pendapat hukum kepada pihak lain dan terdaftar di bapepam.

8.    Lembaga clearing. Institusi yang berwenang untuk menyimpan dan mengatur arus perpindahan surat – surat berharga.

Syarat penerbitan saham

1.    Pernyataan pendaftaran, baik dalam rangka penawaran umum maupun sebagai perusahaan publik, telah dinyatakan efektif oleh bapepam.

2.    Laporan keuangan perusahaan telah diperiksa oleh akuntan publik yang terdaftar di bapepam dengan pendapatan wajar tanpa syarat untuk buku terakhir.

3.    Saham yang akan dicatatkan sekurang – kurangnya berjumlah 1.000.000(satu juta) lembar saham.

4.    Jumlah pemegang saham, baik perorangan maupun lembaga sekurang – kurnagnya dua ratus.

5.    Perusahaan telah berdiri dan beroperasi sekurang – kurangnya 3 tahun.

6.    Dalam dua tahun buku teakhir, perusahaan memperoleh laba operasional dan laba bersih.

7.    Memiliki total kekayaan sekurang – kurangnya Rp.20 miliar, modal sendiri sekurang – kurangnya Rp.7,5 miliar dan modal disetor sekurang – kurangnya Rp. 2 miliar.

8.    Komisaris dan direksi memiliki reputasi yang baik.

Syarat penerbitan obligasi

1.    Mengajukan surat permohonan listing ke bapepam

2.    Laporan keuangan harus memiliki pendapatan wajar tanpa syarat dari akuntan publik.

3.    Nilai nominal obligasi minimal Rp.25 miliar

4.    Jangka waktu jatuh tempo minimal empat tahun

5.    Telah beroperasi selama tiga tahun

6.    Telah menghasilkan laba selama 2 tahun terakhir

7.    Saldo laba yang di tahan minimal Rp.0

8.    Komisaris dan direksi mempunyai reputasi yang baik.

Proses investasi

Proses investasi menjelaskan bagaimana seharusnya investor melakukan investasi dalam sekuritas. Adapun hal – hal yang harus diputuskan dalam investasi, yaitu

1.    Sekuritas apa yang menjadi pilihan investasi ?

2.    Berapa besar investasi ?

3.    Kapan investasi tersebut dilakukan ?

Untuk mengambil keputusan – keputusan tersebut diperlukan langkah – langkah sebagai berikut.

1.    Menentukan kebijakan investasi

2.    Analisis sekuritas

3.    Penentuan portofolio

4.    Melakukan revisi portofolio

5.    Penilaian hasil portofolio

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, transaksi jual beli efek di bursa dilakukan melalui pialang. Pialang dapat menerima order pembelian dan penjualan. Di dalam order jual beli saham investor terdapat, nama perusahaan, jenis order, jumlah order, masa berlaku order, dan tipe order yang digunakan antara lain

1.    Open order atau good till cancelled(GTC). Investor memerintah pialang untuk menjual ataupun membeli sekuritas dengan harga tertentu.

2.    Market order. Invertor memerintah pialang membeli atau menjual sekuritas pada harga saham.

3.    Limit order. Investor menentukan harga maksimum dlam menjual dan harga minimum dalam membeli sekuritas.

4.    Stop order. Pialang menjual atau membeli saham, obligasi atau sekuritas pada harga tertentu.

 

sumber : Drs. Alam S,MM.2007.ekonomi untuk SMA dan MA kelas XI.jakarta: penerbit erlangga

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s