KETENAGAKERJAAN DAN PENGANGGURAN

Posted: Februari 10, 2011 in Uncategorized

Hampir semua negara di dunia ini termasuk indonesia tidak mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup menampung angkatan kerjanya. Bukan hanya negara berkembang yang tidak mampu menyediakan lapangan kerja, tetapi juga negara – negara maju.

Kurangnya lapangan pekerjaan merupakan masalah yang harus di tangani dengan sungguh – sungguh . alasannya, bekerja atau tidak bekerjanya seseorang berhubungan langsung dengan kesempatan orang mencari nafkah. Sebelum mambahas hubungan antara jumlah penduduk, angkatan kerja, tenaga kerja, dan kesempatan kerja. Ada baiknya kita mengetahui arti dari masing – masing konsep tersebut.

1.    Jumlah penduduk. Banyaknya orang yang mendiami suatu wilayah negara. Penduduk suatu negara dapat dibagi dalam dua kelompok, yakni penduduk usia kerja(yang berumur 15 tahun ke atas).dan penduduk yang bukan usia kerja (yang berumur 0 – 14 tahun)

2.    Angkatan kerja. Penduduk dalam usia kerja(15 tahun ke atas), baik ang bekerja maupun tidak bekerja.tidak semua angkatan kerja dalam suatu negera mendapat kesempatan bekerja. Mereka inilah yang disebut pengangguran. Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru.

3.    Kesempatan kerja. Tersedianya lapangan kerja bagi angaktan kerja yang membutuhkan pekerjaan.

Jumlah penduduk indonesia merupakan keempat terbesar di dunia setelah RRC, india dan amerika serikat. Laju pertumbuhan penduduk indonesia rata – rata 1,49% sehingga pada tahun 2006, jumlah penduduk indonesia telah mencapai 222 juta orang(data BPS 2006). Sejalan dengan pertumbuhan penduduk tersebut, jumlah tenaga kerja dan angkatan kerja juga meningkat. Pada tahun 1980, jumlah angkatan kerja indonesia mencapai 53,3 juta orang. Angka ini naik menjadi 106,8 juta orang pada bulan februari 2006. Dengan demikian, dapat kita katakan semakin besar jumlah penduduk, semakin besar pula jumlah angkatan kerjanya.

Pengangguran

Pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan, sedang mencari pekerjaan, atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru. Sedangkan tingkat pengangguran adalah perbandingan antara jumlah pengangguran dan jumlah angkatan kerja dalam bentuk presentase.

Di indonesia, berdasarkan tingkat pendidikan, jumlah pengangguran di dominasi oleh lulusan SLTA ke bawah(SLTA,SLTP,SD dan di bawah SD). Pada tahun 2005, jumlah pengangguran SLTA ke bawah mencapai 93% dari jumlah pengangguran sebesar 10.854.254 orang.

Jenis pengangguran menurut faktor penyebabnya

1.    Pengangguran siklis. Pengangguran ini terjadi akibat turunnya kegiatan perekonomian suatu negara.

2.    Pengangguran struktural. Pengangguran ini terjadi karena perubahan struktur atau komposisi perekomonian.

3.    Pengangguran friksional. Pengangguran ini terjadi karena kesulitan temporer dalam mempertemukan pemberi kerja dan pelamar kerja.

4.    Pengangguran musiman. Pengangguran ini terjadi karena pergantian musim.

Jenis pengangguran menurut lama waktu kerja

1.    Pengangguran terbuka. Orang yang sama sekali tidak bekerja dan berusaha mencari pekerjaan.

2.    Setengah menganggur. Orang yang bekerja, tetapi tenaganya termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja,produktivitas kerja, dan penghasilan yang di peroleh.

3.    Pengangguran terselubung. Terjadi karena tenaga kerja tidak bekerja secara optimal.

Dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional

Pengangguran berdampak besar terhadap pembangunan nasional. Dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional dapat dilihat melalui hubungan antara pengangguran dan indikator – indikator seperti

1.    Pendapatan nasional dan pendapatan perkapita

2.    Penerimaan negara

3.    Beban psikologis

4.    Biaya sosial

Cara mengatasi pengangguran

1.    Cara mengatasi pengangguran siklis. Yaitu dengan meningkatkan daya beli masyarakat,dan dengan mengarahkan permintaan masyarakat untuk membeli barnag dan jasa, serta memperluas pasar barang dan jasa.

2.    Cara mengatasi pengangguran struktural. Yaitu dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan sebagai persiapa untuk berkarier pada pekerjaan yang baru, memindahkan tenaga kerja dari tempat yang tidak membutuhkan ke tempat yang membutuhkan, meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan modal yang ada, dan mendirikan industri yang bersifat padat karya, sehingga mampu menampung tenaga kerja yang menganggur.

3.    Cara mengatasi pengangguran friksional. Yaitu dengan mengusahakan informasi yang lengkap tentang permintaan dan penawaran tenaga kerja, sehingga proses pelamaran,seleksi dan pengambilan keputusan menerima atau tidak berlangsung lebih cepat.

4.    Cara mengatasi pengangguran musiman. Yaitu dengan pemberian informasi yang jelas tentang adanya lowongan kerja pada bidang lain dan melatih seseorang agar memiliki keterampilan untuk dapat bekerja pada masa menunggu musim tertentu.

 

sumber : Drs. Alam S,MM.2007.ekonomi untuk SMA dan MA kelas XI. jakarta: penerbit erlangga

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s